Ekonomi . 02/07/2026, 17:13 WIB

BPS Proyeksikan Produksi Beras Capai 25,28 Juta Ton

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Badan Pusat Statistik (BPS) memproyeksikan produksi beras nasional sepanjang Januari hingga Agustus 2026 mencapai 25,28 juta ton. Angka tersebut meningkat sebesar 0,01 juta ton atau sekitar 0,05 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan, proyeksi kenaikan produksi beras tersebut didorong oleh meningkatnya luas panen dan produksi padi nasional.

"Produksi beras sepanjang Januari-Agustus 2026 diperkirakan mencapai 25,28 juta ton atau meningkat sebesar 0,01 juta ton atau 0,05 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025," tutur Ateng kepada wartawan secara daring, Kamis, 2 Juli 2026.

Ia menjelaskan, peningkatan produksi beras diperkirakan terus berlanjut pada periode Juni hingga Agustus 2026. Kondisi tersebut dinilai semakin memperkuat optimisme pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

"Ini sejalan dengan perkiraan kami bahwa pada periode Juni-Agustus akan terjadi kenaikan produksi beras menjadi 8,42 juta ton atau naik 1,17 persen dibanding tahun sebelumnya," ucap Ateng.

Peningkatan produksi beras tersebut, lanjutnya, turut ditopang oleh pertumbuhan produksi padi nasional. BPS memperkirakan produksi padi pada Mei 2026 mencapai 4,92 juta ton gabah kering giling (GKG), atau meningkat sebesar 0,17 juta ton GKG dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

"Dengan demikian produksi padi sepanjang Januari sampai dengan Agustus tahun 2026 diperkirakan mencapai 43,89 juta ton GKG atau mengalami peningkatan sebesar 0,03 juta ton GKG atau meningkat sekitar 0,06 persen dibandingkan periode Januari-Agustus tahun 2025," ucap Ateng.

Selain produksi, luas panen padi juga menunjukkan tren peningkatan. Pada Mei 2026, luas panen padi tercatat mencapai 0,98 juta hektare. Sementara itu, potensi luas panen pada periode Juni hingga Agustus 2026 diperkirakan mencapai 2,88 juta hektare atau bertambah sekitar 0,04 juta hektare dibandingkan periode yang sama tahun 2025.

Menanggapi capaian tersebut, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan bahwa peningkatan produksi pertanian tidak terlepas dari berbagai kebijakan strategis yang dijalankan pemerintah di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto.

Kebijakan tersebut meliputi percepatan masa tanam, perbaikan infrastruktur irigasi, penurunan harga pupuk bersubsidi, optimalisasi lahan pertanian, mekanisasi pertanian, hingga penetapan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah yang dinilai berpihak kepada petani.

Amran menambahkan, tren positif produksi beras nasional juga sejalan dengan proyeksi Organisasi Pangan dan Pertanian Dunia (FAO) yang memperkirakan produksi beras Indonesia pada 2026 mencapai sekitar 38 juta ton. Proyeksi tersebut menempatkan Indonesia sebagai salah satu dari empat negara produsen beras terbesar di dunia.

“FAO memproyeksikan produksi beras Indonesia tahun ini mencapai sekitar 38 juta ton. Ini menunjukkan bahwa kebijakan yang dilakukan pemerintah berada pada jalur yang benar," tutur Amran.

Bianca Khairunnisa/Disway

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com