fin.co.id - Lirik lagu Sunda "Lalaki Langit, Lalanang Bejad" menjadi sorotan publik setelah dinilai memuat penggambaran yang merendahkan perempuan. Sejumlah kalimat dalam lagu itu ramai dibahas di media sosial hingga memicu kritik dari berbagai kalangan.
Lagu tersebut merupakan karya Bupati Purwakarta Saepul Bahri Binzein atau Om Zein. Meski video musiknya sudah diunggah di kanal YouTube OMZAIN72 sejak Januari 2026, pembahasannya baru meluas setelah potongan lirik dan video beredar di berbagai platform media sosial.
Kontroversi bermula dari narasi dalam lagu yang mengisahkan rasa syukur karena terlahir sebagai laki-laki. Untuk menyampaikan pesan itu, lirik lagu menggunakan sejumlah perumpamaan tentang kehidupan perempuan.
Di antaranya terdapat pengandaian apabila terlahir sebagai perempuan, maka saat masih duduk di bangku SMP sudah mengalami keguguran berkali-kali. Lirik lain juga menyinggung penggunaan bra, keterlambatan datang bulan yang dihubungkan dengan pencarian apotek, hingga penggunaan pensil alis dan bulu mata palsu.
Bagian-bagian tersebut kemudian dianggap menghadirkan stereotip negatif terhadap perempuan. Sejumlah warganet menilai isi lagu tidak mencerminkan penghormatan terhadap perempuan dan berpotensi memperkuat budaya patriarki.
Kritik juga datang dari Anggota DPR RI Komisi VIII, Atalia Praratya. Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, ia menyampaikan bahwa tidak menemukan pesan yang menghargai perempuan dalam lagu tersebut.
Menurut Atalia, isi lagu justru bertolak belakang dengan berbagai upaya yang selama ini dilakukan untuk mendorong kesetaraan gender dan menghapus budaya patriarki.
Lirik dan Terjemahan Lagu "Lalaki Langit, Lalanang Bejad"
Nuhun Gusti
(Terima kasih Tuhan)
Tos Nyiptakeun kuring jadi lalaki
(Sudah menciptakan saya jadi laki-laki)
Cacak mun jadi awewe
(Andai saja jadi perempuan)
SMP kelas tilu