Purbaya Sebut Bali Berpeluang Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia, IKN Dinilai Masih Terlalu Sepi

news.fin.co.id - 03/07/2026, 21:59 WIB

Purbaya Sebut Bali Berpeluang Jadi Lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia, IKN Dinilai Masih Terlalu Sepi

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saat memberikan keterangan pers mengenai posisi fiskal Indonesia pasca pertemuan dengan IMF di Washington DC.Foto:IG@kemenkeu

fin.co.id - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa penentuan lokasi Pusat Finansial Internasional Indonesia (PFII) atau International Financial Center (IFC) hingga saat ini masih dalam tahap pembahasan pemerintah.

Purbaya mengatakan, pemerintah tidak menutup kemungkinan pusat keuangan internasional tersebut dibangun di lebih dari satu lokasi. Namun, Bali disebut menjadi salah satu wilayah yang memiliki peluang besar untuk dipilih.

"Ada alternatif ya mungkin beberapa di Bali. Tapi mungkin ada beberapa titik juga. Tapi yang jelas kita akan cari tempat yang paling comfortable untuk internasional investor," ucap Purbaya, dikutip Jumat, 3 Juli 2026.

Saat ditanya mengenai kemungkinan pembangunan pusat finansial internasional di Pulau Jawa yang selama ini menjadi pusat aktivitas ekonomi nasional, Purbaya mengaku belum dapat memberikan kepastian.

"Sampai sekarang saya belum tahu," jelasnya.

Di sisi lain, Purbaya menepis kemungkinan pembangunan Pusat Finansial Internasional Indonesia dilakukan di Ibu Kota Nusantara (IKN).

Menurutnya, kondisi IKN saat ini dinilai belum memenuhi karakteristik yang dibutuhkan untuk menjadi pusat keuangan internasional karena tingkat aktivitas dan mobilitas masyarakat masih relatif rendah.

"Mungkin nggak, terlalu sepi di IKN," tandasnya.

Fajar Ilman/Disway

Mihardi
Mihardi
Penulis

Redaktur FIN.CO.ID