Status Naik! Gunung Anak Krakatau Kini di Level Siaga, Dilarang Mendekat dalam Radius 5 Km

news.fin.co.id - 03/07/2026, 16:49 WIB

Status Naik! Gunung Anak Krakatau Kini di Level Siaga, Dilarang Mendekat dalam Radius 5 Km

Badan Geologi menaikkan status Gunung Anak Krakatau menjadi Siaga (Level III).

fin.co.id — Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menaikkan tingkat aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau. Gunung api yang berada di Selat Sunda, tepatnya di antara pesisir barat Lampung dan Banten ini, kini beralih status dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) mulai Jumat, 3 Juli 2026.

Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Geologi, Lana Saria, menjelaskan bahwa keputusan ini merujuk pada hasil pemantauan visual dan instrumental. Kedua metode evaluasi tersebut menunjukkan adanya kenaikan aktivitas yang sangat signifikan pada gunung api tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Indikasi Kuat Suplai Magma ke Permukaan

Berdasarkan data pengamatan terkini, petugas mendeteksi lonjakan jumlah gempa vulkanik serta perubahan deformasi pada tubuh gunung. Selain itu, pergerakan di permukaan juga mengindikasikan bahwa suplai magma sedang bergerak menuju ke bagian yang lebih dangkal.

"Peningkatan aktivitas ini menunjukkan adanya suplai magma ke permukaan, sehingga masyarakat dan wisatawan diminta tidak mendekati kawah aktif dalam radius yang telah direkomendasikan," ujar Lana.

Tidak hanya itu, hasil pemantauan alat pengukur deformasi (tiltmeter) di sejumlah stasiun pengamatan juga memperlihatkan kecenderungan inflasi. Kondisi inflasi ini menjadi sebuah tanda nyata bahwa ada akumulasi tekanan yang kuat di dalam tubuh gunung api tersebut.

Rekomendasi Aman dan Langkah Mitigasi

Melihat potensi bahaya yang ada, Badan Geologi mengeluarkan rekomendasi tegas bagi masyarakat, nelayan, hingga wisatawan. Semua pihak dilarang keras mendekati Gunung Anak Krakatau dalam radius lima kilometer dari kawah aktif. Langkah pembatasan jarak ini bertujuan untuk menghindari potensi bahaya akibat erupsi maupun lontaran material pijar yang sewaktu-waktu bisa terjadi.

Pihak berwenang juga mengimbau warga yang tinggal di sekitar pesisir Selat Sunda agar tidak panik. Meski diminta tetap tenang, masyarakat harus terus meningkatkan kewaspadaan dan selalu mematuhi arahan dari pemerintah daerah serta petugas pemantau gunung api.

Sebagai langkah antisipasi, Badan Geologi sudah meminta pemerintah daerah bersama instansi terkait untuk segera menyiapkan langkah-langkah mitigasi. Mereka juga perlu memperkuat koordinasi demi menghadapi kemungkinan jika terjadi peningkatan aktivitas vulkanik yang lebih lanjut di kemudian hari.

Hingga saat ini, Badan Geologi menegaskan bahwa petugas terus memantau perkembangan Gunung Anak Krakatau secara intensif selama 24 jam penuh. Jaringan seismik, pengukuran deformasi, hingga pengamatan visual tetap beroperasi maksimal agar setiap perubahan aktivitas vulkanik dapat terdeteksi sejak dini.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID