Politik . 03/07/2026, 21:32 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id - Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto mengingatkan seluruh kepala daerah untuk terus menjaga integritas dalam menjalankan roda pemerintahan. Menurutnya, kepemimpinan yang bersih menjadi fondasi utama dalam mewujudkan pembangunan daerah yang berkelanjutan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Bima menilai tantangan yang dihadapi kepala daerah saat ini semakin kompleks. Selain harus menghadapi dinamika geopolitik global, para pemimpin daerah juga dituntut mengawal program prioritas nasional, merealisasikan janji politik kepada masyarakat, hingga beradaptasi dengan perkembangan media digital yang berlangsung sangat cepat.
"Hari ini kepala daerah punya empat ujian, yaitu geopolitik, mengawal program-program prioritas nasional, memenuhi janji kampanye, dan menghadapi algoritma media yang bergerak sangat dinamis. Sangat tidak mudah dan butuh jurus-jurus yang sesuai dengan algoritma kekinian," ujarnya, Jumat, 3 Juli 2026.
Di tengah berbagai tantangan tersebut, Bima menekankan pentingnya menjaga integritas dalam setiap proses pengambilan keputusan dan kebijakan pemerintahan.
Ia berharap para kepala daerah, khususnya para bupati, dapat menyelesaikan masa kepemimpinannya dengan baik melalui tata kelola pemerintahan yang bersih, inovatif, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
Menurut Bima, integritas harus berjalan beriringan dengan kemampuan menghadirkan inovasi, terutama dalam memperkuat kemandirian fiskal daerah. Kepala daerah dituntut mampu menggali dan mengoptimalkan potensi daerah melalui berbagai terobosan tanpa mengesampingkan prinsip-prinsip pemerintahan yang baik.
Ia menjelaskan, Kementerian Dalam Negeri telah memetakan karakter kepala daerah berdasarkan kondisi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) serta kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
Menurutnya, daerah dengan karakter "transformer" merupakan daerah yang berhasil meningkatkan kapasitas fiskal sekaligus memperbaiki kualitas pelayanan publik.
"Alternatif pendapatan daerah maupun pendanaan melalui skema Kerja Sama Pemerintah dengan Badan Usaha (KPBU) telah berhasil diterapkan di berbagai kabupaten," katanya.
Selain itu, Bima juga mendorong pemerintah kabupaten untuk mendukung Program Kepala Desa Masuk Kampus yang digagas Kemendagri melalui Direktorat Jenderal Bina Pemerintahan Desa.
Program tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas kepala desa, terutama dalam penguasaan data, perencanaan pembangunan, serta pengembangan potensi desa sebagai motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
Lebih lanjut, Bima mengajak seluruh kepala daerah untuk memperkuat identitas dan branding daerah sesuai dengan karakteristik serta potensi yang dimiliki masing-masing wilayah.
Menurutnya, pengembangan sektor pariwisata, ekonomi kreatif, dan sport tourism dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru sekaligus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD). Dengan demikian, kemandirian fiskal daerah dapat diwujudkan melalui kepemimpinan yang inovatif dan berintegritas.
Anisha Aprilia/Disway
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media