Internasional . 07/07/2026, 07:29 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Mengapa SSPX Tetap Melantik Uskup?
SSPX beralasan langkah tersebut dilakukan karena kebutuhan organisasi. Kelompok itu mengklaim hanya tersisa dua dari empat uskup senior mereka yang masih hidup untuk melayani sekitar 800 tempat ibadah yang tersebar di 77 negara.
SSPX juga meyakini bahwa mereka tetap mempertahankan ajaran dan tradisi asli Gereja Katolik. Karena itu, mereka menolak sejumlah pembaruan yang diperkenalkan melalui Konsili Vatikan II pada 1960-an.
Kelompok ini tetap mempertahankan misa dalam bahasa Latin dan menolak kebijakan yang mendorong hubungan lebih erat dengan denominasi Kristen lain maupun agama lain.
Sebelum upacara digelar, Superior Jenderal SSPX, Romo Davide Pagliarani, telah menerima surat dari Paus Leo XIV yang meminta agar penahbisan dibatalkan. Namun, ia justru meminta Paus menunda pemberian sanksi terhadap kelompoknya.
Empat uskup yang dilantik adalah Pascal Schreiber dari Swiss, Michael Goldade dari Amerika Serikat, Michel Poinsinet de Sivry dari Prancis, serta Marc Hanappier yang juga berasal dari Prancis.
Ribuan Orang Hadiri Upacara
Upacara tersebut disiarkan secara langsung melalui YouTube dan dihadiri ribuan pengikut SSPX.
Momen itu juga bertepatan dengan 38 tahun sejak SSPX melakukan penahbisan empat uskup tanpa izin Vatikan pada 1988. Saat itu, tindakan tersebut membuat para uskup yang terlibat langsung dikenai ekskomunikasi. Sanksi itu kemudian dicabut oleh Paus Benediktus XVI pada 2009.
Dalam Gereja Katolik, ekskomunikasi merupakan hukuman yang membuat seseorang tidak dapat mengikuti sakramen, ritus gereja, maupun persekutuan rohani bersama umat Katolik lainnya.
Suasana upacara berlangsung layaknya sebuah perayaan. Panitia bahkan menjual suvenir berupa paket anggur dengan botol berlogo keuskupan serta topi bertuliskan "Econe2026" kepada para peserta. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media