Alasan Prabowo Dirikan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

news.fin.co.id - 23/07/2026, 06:41 WIB

Alasan Prabowo Dirikan Universitas Republik Indonesia, Siapkan Calon Pemimpin Masa Depan

BPMI Sekretariat Presiden (BPMI Sekretariat Presiden)

fin.co.id - Pemerintah mengungkap alasan di balik pembentukan Universitas Republik Indonesia (URI) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Perguruan tinggi tersebut disiapkan sebagai bagian dari strategi besar untuk membangun sumber daya manusia (SDM) unggul sekaligus mencetak pemimpin Indonesia di masa depan.

Penjelasan itu disampaikan Gubernur Universitas Republik Indonesia (URI), Donny Ermawan Taufanto, usai dilantik Presiden Prabowo Subianto di Istana Negara, Jakarta, Rabu 22 Juli 2026.

Menurut Donny, Presiden Prabowo menempatkan pengembangan kualitas SDM sebagai salah satu prioritas utama pemerintah. Karena itu, pembangunan ekosistem pendidikan dilakukan secara menyeluruh, mulai dari jenjang dasar hingga pendidikan tinggi.

"Jadi, Bapak Presiden ini sangat concern dengan sumber daya manusia, terutama untuk pemimpin Indonesia di masa depan khususnya. Nah, inilah beliau menginginkan adanya pendidikan-pendidikan, baik di tingkat SD, SMP, SMA, perguruan tinggi, dan juga di pemerintahan," kata Donny saat memberikan pernyataan pers di Istana Negara, Jakarta, Rabu.

Donny menjelaskan, pendirian Universitas Republik Indonesia bukan merupakan program yang berdiri sendiri. URI akan menjadi bagian dari penguatan sistem pendidikan nasional yang diintegrasikan dengan sejumlah lembaga dan program yang telah lebih dulu disiapkan pemerintah.

Ia menyebut pengembangan Sekolah Unggul Garuda, pendirian 10 Universitas Republik Indonesia, hingga penguatan fungsi Lembaga Administrasi Negara (LAN) merupakan satu kesatuan dalam strategi pembinaan SDM nasional.

"Jadi, kita sudah dengar bahwa saat ini ada namanya Sekolah Unggulan Garuda, baik yang baru ataupun yang transformasi. Kemudian beliau juga akan mendirikan 10 Universitas Republik Indonesia. Kemudian yang berikutnya, yang ketiga adalah mengintegrasikan juga adalah Lembaga Administrasi Negara. Ini semua adalah terkait dengan pendidikan, pembinaan, penyiapan sumber daya manusia untuk ke depan. Baik untuk pemerintahan ataupun untuk BUMN," tuturnya.

Selain membangun perguruan tinggi baru, pemerintah juga akan membentuk Badan Pengelola Pendidikan Kebangsaan yang nantinya berada di bawah koordinasi Gubernur URI.

Donny mengatakan lembaga tersebut akan membawahi tiga institusi utama yang memiliki tugas berbeda dalam pengembangan SDM nasional.

"Ini nanti akan ada tiga institusi, yang pertama adalah Badan Pengelola Sekolah Unggulan, yang kedua adalah Badan Pengelola Perguruan Tinggi, dan yang ketiga adalah Lembaga Administrasi Negara," ucapnya.

Tak hanya itu, pemerintah juga berencana memperluas peran Lembaga Administrasi Negara. Jika selama ini LAN berfokus pada pengembangan Aparatur Sipil Negara (ASN), ke depan lembaga tersebut juga akan menyiapkan sumber daya manusia bagi perusahaan pelat merah.

"Kalau selama ini melaksanakan khususnya pembinaan untuk ASN, nantinya akan kita tambahkan juga untuk BUMN. Jadi, penyiapan karyawan untuk BUMN juga akan dilaksanakan di Lembaga Administrasi Negara," kata Donny.

Di sisi lain, Donny mengungkapkan proses pembinaan calon pemimpin nasional sebenarnya sudah mulai berjalan melalui Program Presiden untuk Pemimpin Masa Depan (P3MD).

Saat ini, kata dia, ratusan pegawai baru BUMN tengah mengikuti program tersebut sebagai bagian dari upaya membentuk pemimpin yang memiliki integritas dan kemampuan kepemimpinan.

"Jadi kami melatih, membina, saat ini adalah 399 orang pegawai baru dari BUMN, sedang kami latih, sedang kami bina, untuk menjadi seorang karyawan yang punya hati yang mulia, dan punya pikiran otak yang cerdas untuk memajukan bangsa kita ini. Jadi itu akan terintegrasi dari lulusan SMA yang bagus-bagus, kemudian akan masuk ke perguruan tinggi, dan kemudian masuk kepada pemerintahan ataupun kepada BUMN," ujarnya.

Afdal Namakule
Afdal Namakule
Penulis

Jurnalis profesional sejak 2016 dengan spesialisasi isu Politik, News, dan Lifestyle. Menjabat sebagai Redaktur di FIN.CO.ID sejak 2018, ia juga aktif mengulas perkembangan teknologi terkini. Berdedikasi menyajikan informasi akurat dan kredibel bagi pembaca