Nasional . 24/07/2026, 20:19 WIB

Mengapa Hujan Turun Bisa Turun di Musim Kemarau? Ini Penjelasan BMKG

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Masyarakat diminta tidak terkecoh dengan hujan ringan yang turun dalam beberapa hari terakhir, hingga beberapa hari ke depan, mengingat saat ini masih fase musim kemarau. Imbauan ini dikeluarkan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Ketua Kelompok Kerja Observasi, Data, dan Informasi Stasiun Meteorologi Zainuddin Abdul Madjid (ZAM), Ari Wibianto, hujan ringan yang turun di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) bukan pertanda peralihan musim.

"Hujan ringan di beberapa wilayah NTB akhir-akhir ini disebabkan anomali suhu muka laut yang menyebabkan peningkatan potensi penguapan. Hal itu menyebabkan adanya pembentukan awan," jelas Ari, Jumat, 24 Juli 2026.

Ari menuturkan hujan ringan saat musim kemarau adalah fenomena yang normal, sehingga masyarakat perlu memahami indikator pergantian musim agar tidak salah menafsirkan kondisi cuaca.

Tiga Indikator Utama Bahwa Wilayah Masih Mengalami Musim Kemarau

Untuk membantu masyarakat mengenali situasi cuaca saat ini, BMKG membeberkan tiga indikator penting:

Pola Hujan Singkat: Indikator pertama yang menandakan saat ini masih musim kemarau berupa hujan yang turun umumnya hanya berlangsung selama satu hingga dua hari, kemudian diikuti beberapa hari tanpa hujan.

Arah Angin Monsun Australia: Kedua, arah angin masih didominasi dari timur hingga tenggara. Pola tersebut menandakan Monsun Australia masih aktif dan menjadi indikator bahwa musim kemarau masih berlangsung.

Kondisi Kelembapan dan Suhu Udara: Indikator ketiga adalah kelembapan udara masih cenderung rendah atau kering. Selain itu, suhu udara relatif panas pada siang hari, sedangkan malam hingga dini hari terasa lebih dingin akibat minimnya tutupan awan.

Ari menegaskan kondisi atmosfer secara umum masih menunjukkan bahwa Nusa Tenggara Barat berada dalam musim kemarau. Puncak kemarau diprediksi berlangsung pada Agustus 2026.

"Fenomena hujan ringan pada musim kemarau merupakan fenomena yang wajar terjadi karena musim kemarau bukan berarti selalu tidak memiliki hari tanpa hujan," pungkas dia.

Prakiraan Cuaca NTB dan Imbauan Kewaspadaan Kebakaran

Pada 23–29 Juli 2026, BMKG memprakirakan cuaca secara umum cerah hingga hujan ringan di wilayah Nusa Tenggara Barat dengan suhu udara rentang 18 sampai 33 derajat Celcius.

Selain itu, angin permukaan bertiup dengan variasi arah dominan tenggara hingga selatan dengan kecepatan maksimum 40 sampai 45 kilometer per jam.

Mengingat kondisi udara yang kering dan terik, BMKG imbau masyarakat agar waspada terhadap potensi kebakaran hutan, lahan, maupun pemukiman dengan tidak melakukan pembakaran sampah sembarangan atau meninggalkan sumber api tanpa pengawasan.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com