Nasional . 15/09/2026, 22:16 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Operasi pencarian rombongan jurnalis dan kru kapal cepat Arupadatu I yang hilang di Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten, memasuki hari kedelapan, Selasa, 15 September 2026. Namun, Basarnas belum mengerahkan tim penyelam untuk melakukan pencarian di bawah permukaan laut.
Kepala Kantor SAR Banten Al Amrad menjelaskan alasan langkah tersebut dalam konferensi pers di Posko Utama SAR Gabungan di Pantai Carita, Pandeglang. Menurutnya, penyelaman baru dapat dilakukan setelah tim memastikan koordinat titik keberadaan objek atau target yang dicari.
"(Penyelaman) itu dilakukan apabila target atau objek kita sudah bisa kita tentukan lokasinya," kata dia menjawab pertanyaan pewarta ANTARA.
Selain memastikan lokasi target, Basarnas juga mempertimbangkan keselamatan personel yang akan menjalankan pencarian di bawah laut. Amrad menegaskan faktor keselamatan tim selam gabungan menjadi pertimbangan utama sebelum penyelaman dilakukan.
Karena itu, tim SAR gabungan belum memilih penyelaman secara spekulatif. Sampai hari kedelapan operasi, pencarian masih memprioritaskan penyisiran di permukaan laut sekaligus memverifikasi setiap informasi mengenai lokasi yang beredar di tengah masyarakat sekitar, nelayan, maupun media sosial.
Verifikasi terhadap informasi di lapangan juga dilakukan secara langsung oleh tim SAR gabungan. Salah satunya dengan menerjunkan sea reader dan drone dari KN SAR Tetuka untuk memeriksa informasi mengenai temuan korban.
Penyisiran menggunakan peralatan tersebut dilakukan hingga radius 500 meter dari pesisir Gunung Anak Krakatau. Langkah itu bertujuan memastikan kebenaran isu terkait temuan korban, tetapi hasil pemeriksaan tersebut masih nihil.
Amrad memastikan seluruh armada laut dan udara akan terus dioptimalkan dalam operasi pencarian. Upaya tersebut dilakukan untuk mempersempit area pencarian sampai tim menemukan titik pasti keberadaan kapal maupun korban.
"Kami berupaya semaksimal mungkin. Ya rasa was-was kami juga tetap ada. Tapi saya percayakan sama tim kami di lapangan. Tim SAR gabungan ini kalau memang kalian bisa membuktikan dengan apa informasi yang beredar, supaya itu jangan menjadi isu, maka dengan cara tadi kami buktikan (masuk 500 meter dari Anak Krakatau) itu dilakukan teman-teman kita di lapangan," kata Amrad yang juga Koordinator Operasi SAR (SAR Mission Coordinator/SMC) itu.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media