Internasional . 25/07/2026, 10:58 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Kelompok Houthi di Yaman mengecam serangan Arab Saudi yang menyasar fasilitas sipil di Provinsi Hodeidah, wilayah barat Yaman, pada Sabtu 25 Juli 2026. Houthi menilai serangan tersebut sebagai eskalasi berbahaya dan menegaskan aksi itu "tidak akan berlalu tanpa tanggapan."
Dalam pernyataannya, Biro Politik Houthi menyebut "persamaan pencegahan" yang dibangun oleh rakyat Yaman bersama kepemimpinan dan angkatan bersenjata negara itu kini telah menjadi prinsip yang tidak dapat diganggu gugat.
"Blokade akan dibalas dengan blokade, pelabuhan dengan pelabuhan, dan eskalasi dengan eskalasi," menurut pernyataan itu, memperingatkan bahwa kelanjutan agresi Saudi "tidak akan membawa kerugian apa pun bagi para agresor selain kerugian yang lebih besar."
Pernyataan tersebut disampaikan setelah koalisi pimpinan Arab Saudi mengonfirmasi pada Jumat malam 24 Juli 2026 bahwa mereka melancarkan respons militer yang disebut proporsional terhadap sasaran militer Houthi yang dianggap sah di Provinsi Hodeidah.
Serangan itu terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara Arab Saudi dan Houthi. Situasi memanas setelah kelompok Houthi mengancam akan melarang kapal-kapal yang memiliki keterkaitan dengan Arab Saudi melintasi Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab.
Sebelumnya, pada Senin (20/7), Houthi mengumumkan larangan navigasi maritim menuju Arab Saudi. Langkah tersebut memicu respons dari koalisi pimpinan Saudi yang berjanji akan memberikan tindakan "tegas dan kuat" serta mulai mengambil langkah-langkah untuk mengamankan kapal-kapal yang melintasi Selat Bab al-Mandab. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media