Internasional . 27/07/2026, 12:58 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Festival kuliner tahunan yang meriah mendadak berubah menjadi kepanikan mencekam saat rentetan tembakan terdengar menyasar kerumunan warga. Dua orang tewas dan lima lainnya terluka dalam penembakan pada Minggu, 26 Juli 2026 malam, selama festival makanan di kompleks acara dekat Space Needle di Seattle, Amerika Serikat (AS).
Polisi sedang menyelidiki penembakan tersebut dan mendesak masyarakat untuk menghindari area di sebelah barat laut pusat kota.
Baku tembak meletus sekitar pukul 18.00 (09.00, Senin, waktu Singapura) di Seattle Center selama festival Bite of Seattle.
Aparat penegak hukum serta petugas medis bergerak cepat menerjunkan armada pertolongan begitu menerima laporan darurat. Juru bicara Harborview Medical Center, Susan Gregg, mengatakan rumah sakit tersebut menerima empat korban, termasuk seorang balita, seorang pria berusia 23 tahun, dan dua wanita dewasa.
"Satu pasien dalam kondisi kritis," katanya.
Seattle Center menyelenggarakan festival makanan Bite of Seattle selama akhir pekan. Sejumlah besar polisi dan kru darurat merespons sekitar pukul 18.00 dan mulai mengevakuasi area tersebut.
Suasana meriah yang semula dipenuhi pengunjung mendadak kacau balau, ketika orang-orang berusaha menyelamatkan diri dari bahaya.
Estan Wakonabo mengatakan bahwa ia dan pacarnya sedang berada di festival tersebut, mengantre di stan foto, ketika ia didorong dari belakang dan melihat kerumunan orang berlarian.
“Orang-orang bersembunyi, saling dorong, orang-orang berjatuhan ke tanah, kereta bayi berjatuhan,” kata Wakonabo. Ia menjelaskan, saat itulah ia mendengar suara tembakan.
“Begitu saya mendengar suara ‘pop, pop, pop’, saat itulah saya tahu ada penembak,” katanya.
Setelah mengantar pacarnya ke tempat aman, ia kembali ke lokasi kejadian untuk mengambil foto dan melihat banyak korban tergeletak di tanah, kata Wakonabo.
Ajang selebrasi tahunan ini memegang catatan sejarah panjang sebagai magnet berkumpulnya ratusan ribu warga. Festival tahunan ini dimulai pada tahun 1982 dan menarik 350.000 pengunjung selama “tiga hari penuh makanan, minuman, dan perayaan komunitas,” menurut situs webnya.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media