Hukum dan Kriminal . 16/09/2026, 06:34 WIB

Viral, Seorang Sopir Pendatang Dipaksa Akui Papua Merdeka, Lalu Ditembak Mati Teroris KKB

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Video seorang sopir pendatang bernama Aris Sanda yang disandera teroris kelompok bersenjata atau KKB di Papua Pegunungan viral di media sosial. Dalam rekaman tersebut, Aris terlihat dipaksa mengangkat bendera dan menyampaikan pernyataan dukungan terhadap Papua merdeka sebelum kemudian dilaporkan ditembak.

Peristiwa itu disebut terjadi di kawasan Pertigaan Danau Habema, Gunung Boy, Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, pada Selasa pagi, 15 September 2026.

Video berdurasi 1 menit 48 detik yang beredar memperlihatkan Aris mengenakan jaket hitam dan celana pendek krem. Ia berdiri di tengah jalan bersama sekitar delapan orang sambil memegang  bendera OPM.

Sejumlah orang dalam rekaman tersebut terlihat membawa senjata api laras panjang dan senjata tajam berupa parang.

Dalam video itu, Aris kemudian diminta mengangkat bendera sekaligus menyampaikan seruan dukungan terhadap Papua merdeka. Pernyataan tersebut disampaikan ketika sebuah moncong senjata tampak diarahkan ke kepalanya.

“Ya kamu Indonesia, saya kasih tahu memang Papua memang harus merdeka karena Papua ini bagian dari negara yang sudah besar,” ujar Aris Sanda.

Aris juga menyebut dirinya telah bekerja sebagai sopir dan melayani perjalanan di wilayah Papua selama bertahun-tahun.

“Jadi saya sebagai pendatang terutamanya sebagai sopir ini dari dulu saya sudah melayani dari 2013 sampai sekarang sampai 2026 saya masih jalan di sini karena saya percaya Papua itu bisa merdeka,” kata pria itu sembari sebuah moncong senjata mengarah ke kepalanya.

TPNPB OPM Sebut Aris Ditembak

Juru Bicara TPNPB OPM Sebby Sambom mengatakan Aris Sanda kemudian ditembak. Dalam siaran persnya, Sebby mengeklaim Aris merupakan agen intelijen militer yang berprofesi sebagai sopir.

Sebby juga menyampaikan peringatan kepada warga pendatang yang bekerja di wilayah tersebut untuk menghentikan aktivitas mereka di kawasan yang disebut rawan konflik.

"Manajemen Markas Pusat Komnas TPNPB telah menerima laporan resmi dari panglima TPNPB OPM Kodap III Ndugama Brigjen Egianus Kogoya bahwa kami bertanggung jawab atas penembakan agen militer berprofesi sebagai tukang sopir di jalur trans Wamena-Nduga," ujarnya.

"Oleh sebab itu, kami sampaikan kepada warga imigran Indonesia yang bekerja sebagai tukang ojek, sopir taksi dan ASN agar hentikan aktivitasnya," ujarnya menambahkan.

Informasi mengenai kondisi terakhir Aris Sanda dalam sumber tersebut belum disertai keterangan resmi dari pihak berwenang. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com