Di sisi lain, Ia menyebut, penunjukan Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti sebagai Pelaksana Tugas (Plt.) Gubernur BI, memberikan sinyal bahwa kesinambungan kebijakan moneter tetap terjaga.
Menurutnya, Destry merupakan bagian dari perumus kebijakan Bank Indonesia dalam beberapa tahun terakhir sehingga pasar cenderung menilai tidak akan terjadi perubahan kebijakan yang signifikan selama masa transisi.
“Hal tersebut juga tercermin dari pergerakan rupiah yang masih relatif stabil di kisaran Rp17.953 per dolar AS atau melemah sekitar 0,23 persen, sehingga menunjukkan bahwa pasar belum bereaksi secara berlebihan terhadap kabar tersebut,” ujar Hendra.
Bagi investor, Ia menjelaskan posisi Gubernur BI merupakan salah satu jabatan yang sangat vital karena setiap keputusan terkait suku bunga acuan, kebijakan nilai tukar, pengendalian inflasi, hingga kebijakan makroprudensial akan mempengaruhi pergerakan rupiah, pasar obligasi, maupun IHSG.