Ekonomi . 28/07/2026, 23:22 WIB

Beijing Yakin Pemerintah RI Bisa Lindungi Kepentingan Perusahaan China di Indonesia

Penulis : Esnoe Faqih Wardhana  |  Editor : Esnoe Faqih Wardhana

fin.co.id - Hubungan diplomatik dan ekonomi antara Indonesia dan China terus memperlihatkan sinyal positif. Kementerian Luar Negeri China meyakini pemerintah Indonesia dapat melindungi hak dan kepentingan perusahaan-perusahaan China, khususnya setelah delegasi korporasi negara itu bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto.

Kepercayaan tersebut disampaikan secara terbuka oleh pihak Beijing pasca dialog strategis yang melibatkan puluhan pimpinan korporasi asal Tiongkok di Jakarta.

"Kami percaya bahwa Indonesia akan terus melindungi hak dan kepentingan sah perusahaan-perusahaan China serta menciptakan lingkungan yang kondusif bagi investasi dan kegiatan usaha mereka di sana," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian dalam konferensi pers di Beijing, Selasa, 28 Juli 2026.

Pertemuan Strategis Airlangga Hartarto dan Delegasi Pengusaha China

Langkah penguatan sinergi ini berlangsung melalui dialog langsung antara pejabat tinggi Indonesia dan para pelaku usaha Tiongkok. Pada 23 Juli 2026, sebanyak 28 pengusaha dari China bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto di Jakarta.

Dalam pertemuan tersebut, Airlangga mengatakan Indonesia tetap terbuka untuk bekerja sama dengan mitra global, termasuk China, di bidang perdagangan, investasi, jasa, dan pendidikan.

Pertemuan itu berlangsung hanya beberapa hari setelah potongan video pidato Presiden Prabowo Subianto pada peringatan Hari Kemerdekaan Nasional, 12 Juli 2026, beredar di media sosial China dan memunculkan berbagai komentar yang mempertanyakan apakah pernyataan Presiden ditujukan kepada China.

Dalam pidatonya, Presiden Prabowo menggambarkan pentingnya menjaga kepentingan nasional melalui ilustrasi mengenai tamu yang datang untuk berdagang.

"Kita suka dengan tamu. Kita hormati tamu. Hanya kadang-kadang ada tamu yang enggak tahu diri. Sudah enggak diundang, datang ke sini katanya mau dagang, lama-lama ngerampok," ujar Prabowo tanpa menyebut negara tertentu.

Menanggapi kehebohan di media sosial tersebut, pihak Beijing memberikan klarifikasi resmi untuk meluruskan persepsi publik.

"Mengenai pernyataan yang menuduh beberapa investor asing telah mengeksploitasi atau merampas sumber daya alam Indonesia, kami telah menjelaskan bahwa pernyataan tersebut tidak ditujukan kepada China," ujar Lin Jian.

Kemitraan Ekonomi yang Saling Menguntungkan

Pemerintah China menegaskan bahwa kemitraan kedua negara tetangga ini berdiri di atas landasan yang sangat kokoh. Dalam beberapa tahun terakhir, kata Lin Jian, di bawah arahan strategis para pemimpin kedua negara, kerja sama ekonomi, perdagangan, dan investasi China-Indonesia telah mencatat hasil yang signifikan.

"Kerja sama tersebut bersifat saling menguntungkan. China dan Indonesia merupakan dua negara berkembang utama, tetangga yang bersahabat, serta mitra penting dalam pembangunan dengan prospek kerja sama yang menjanjikan," tambah Lin Jian.

Lin Jian juga mengatakan pemerintah Indonesia dalam beberapa kesempatan telah menyatakan komitmennya untuk memperdalam kerja sama dengan China dalam rantai industri dan rantai pasok serta menyambut perusahaan-perusahaan China untuk berinvestasi di Indonesia.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com