Nasional . 28/07/2026, 07:02 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkapkan bahwa pemerintah tengah mempertimbangkan skema baru dalam pemberian insentif kendaraan listrik (electric vehicle/EV). Insentif tersebut nantinya akan dikaitkan dengan pengembangan industri mobil dan motor listrik nasional.
“Itu nanti kita lihat dikaitkan dengan mobil nasional, atau motor nasional,” kata Airlangga saat ditemui di Jakarta, Senin 27 Juli 2026
Menurut Airlangga, pemerintah masih menggodok kebijakan insentif yang bertujuan meningkatkan penjualan kendaraan listrik sekaligus memperkuat ekosistem industri EV di Tanah Air.
Meski demikian, pemerintah belum menetapkan keputusan akhir mengenai bentuk insentif maupun jadwal pelaksanaannya.
Sebelumnya, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa pada Mei 2026 menyampaikan bahwa pemerintah sedang menyiapkan program insentif kendaraan listrik yang menyasar 100 ribu unit mobil listrik dan 100 ribu unit sepeda motor listrik sepanjang tahun ini.
Untuk kendaraan roda dua listrik, nilai insentif diperkirakan mencapai Rp5 juta per unit. Sementara besaran insentif bagi mobil listrik hingga kini masih dalam tahap pembahasan dan belum diumumkan.
Di sisi lain, pasar kendaraan listrik di Indonesia terus menunjukkan pertumbuhan. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil listrik berbasis baterai (battery electric vehicle/BEV) pada kuartal I 2026 mencapai 33.150 unit. Angka tersebut melonjak 95,9 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Adapun populasi sepeda motor listrik hingga Februari 2026 tercatat sebanyak 236.451 unit. Jumlah itu setara sekitar 65 persen dari total populasi kendaraan listrik yang beredar di Indonesia. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media