Internasional . 28/07/2026, 08:49 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Dunia sastra kehilangan salah satu nama besar. Penulis novel misteri asal Jepang, Keigo Higashino, meninggal dunia pada usia 68 tahun.
Kabar wafatnya Higashino diumumkan melalui akun resmi X milik penerbit pada Senin, 27 Juli 2026. Berdasarkan laporan The Japan Times, penulis ternama itu mengembuskan napas terakhir pada Kamis dini hari akibat kanker kolorektal. Prosesi pemakaman telah dilaksanakan secara tertutup sesuai keinginan keluarga.
Keigo Higashino selama ini dikenal sebagai salah satu penulis novel misteri paling berpengaruh di Jepang. Sepanjang kariernya, ia telah menerbitkan 106 buku yang diterjemahkan ke berbagai bahasa serta diadaptasi menjadi film dan serial televisi.
Namanya mendunia berkat novel The Devotion of Suspect X, sebuah kisah tentang guru matematika yang merancang kejahatan sempurna demi melindungi seseorang. Novel tersebut menjadi salah satu karya paling populer dalam dunia sastra misteri modern.
Kesuksesan buku itu juga mengantarkan Higashino meraih Naoki Prize pada 2006. Selain itu, ia memperoleh Honkaku Mystery Award serta sederet penghargaan dan nominasi bergengsi lainnya selama berkiprah sebagai novelis.
Lahir di Osaka pada 1958, Higashino telah menggemari cerita misteri sejak masih kecil. Sebelum sepenuhnya menekuni dunia kepenulisan, ia bekerja sebagai insinyur di perusahaan komponen otomotif Denso sambil terus menulis di waktu luangnya.
Perjalanan profesionalnya dimulai pada 1985 setelah naskah After School memenangkan Edogawa Rampo Prize. Novel tersebut kemudian diterbitkan pada tahun yang sama dan menjadi karya debut yang membuka jalan bagi karier gemilangnya.
Prestasinya terus berlanjut. Pada 2014, Higashino kembali meraih Yoshikawa Eiji Literature Prize berkat novel The Final Curtain. Sejak saat itu, karya-karyanya semakin populer dan menjadikannya salah satu penulis Jepang dengan jumlah pembaca terbanyak di dunia.
Di luar aktivitas menulis, Higashino pernah memimpin Mystery Writers of Japan sebagai presiden pada periode 2009 hingga 2013. Meski memiliki reputasi besar, ia dikenal sebagai pribadi yang jarang muncul di hadapan publik dan lebih memilih membiarkan karya-karyanya dikenal oleh para pembaca.
Menurut data penerbitnya, hingga 2023 buku-buku Keigo Higashino telah terjual lebih dari 100 juta eksemplar di Jepang. Warisannya di dunia sastra juga akan terus berlanjut melalui novel terbaru berjudul Eternal Memory yang dijadwalkan terbit bulan depan.
Popularitas Higashino juga terasa di Indonesia. Sejumlah novelnya telah diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia dan diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, menjadikannya salah satu penulis Jepang yang memiliki basis penggemar besar di Tanah Air. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media