Nasional . 28/07/2026, 06:48 WIB

Profil Perry Warjiyo, Gubernur Bank Indonesia yang Mengundurkan Diri

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id – Perry Warjiyo menjadi sorotan setelah memutuskan mengundurkan diri dari jabatannya sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI). Pemerintah menyatakan Presiden Prabowo Subianto telah menerima surat pengunduran diri Perry yang disampaikan secara sukarela dengan alasan pribadi. Posisi Gubernur BI untuk sementara dijalankan oleh Deputi Gubernur Senior Destry Damayanti hingga proses penunjukan gubernur definitif selesai. 

Pengunduran diri tersebut menandai berakhirnya lebih dari tujuh tahun kepemimpinan Perry Warjiyo di bank sentral. Selama menjabat, ia dikenal sebagai ekonom dan bankir sentral yang berperan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah, mengendalikan inflasi, serta mengarahkan kebijakan moneter Indonesia di tengah berbagai gejolak ekonomi global. 

Lahir di Sukoharjo dan Menempuh Pendidikan Ekonomi

Perry Warjiyo lahir di Sukoharjo, Jawa Tengah, pada 25 Februari 1959. Ia menempuh pendidikan Sarjana Ekonomi di Universitas Gadjah Mada (UGM), kemudian melanjutkan studi Magister dan Doktor bidang Ekonomi, dengan spesialisasi kebijakan moneter dan keuangan internasional, di Iowa State University, Amerika Serikat. 

Bekal akademik tersebut menjadi fondasi perjalanan kariernya sebagai salah satu ekonom paling berpengaruh di Indonesia.

Mengabdi Lebih dari Empat Dekade di Bank Indonesia

Perry memulai karier di Bank Indonesia pada 1984 sebagai staf muda. Sejak saat itu, ia menempati berbagai posisi strategis, mulai dari bidang riset ekonomi, kebijakan moneter, hingga hubungan internasional.

Kariernya terus menanjak hingga dipercaya menjadi Executive Director mewakili kelompok negara Asia Tenggara di Dana Moneter Internasional (IMF) di Washington DC pada 2007. Setelah kembali ke Indonesia, ia menjabat Deputi Gubernur BI pada 2013 sebelum akhirnya terpilih sebagai Gubernur Bank Indonesia pada 2018 menggantikan Agus Martowardojo. Pada 2023, Perry kembali dipercaya memimpin BI untuk periode kedua hingga 2028. 

Memimpin BI di Tengah Krisis

Selama memimpin Bank Indonesia, Perry menghadapi berbagai tantangan besar, mulai dari pandemi COVID-19, tekanan inflasi global, gejolak pasar keuangan, hingga pelemahan nilai tukar rupiah.

Di bawah kepemimpinannya, BI menerapkan berbagai kebijakan untuk menjaga stabilitas sistem keuangan dan mendukung pemulihan ekonomi nasional. Perry juga dikenal mendorong transformasi sistem pembayaran digital melalui pengembangan QRIS dan digitalisasi transaksi keuangan di Indonesia. 

Mundur karena Alasan Pribadi

Pada 27 Juli 2026, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi mengumumkan bahwa Presiden telah menerima pengunduran diri Perry Warjiyo. Pemerintah menyebut pengunduran diri itu dilakukan secara sukarela dengan alasan pribadi dan akan ditindaklanjuti melalui Keputusan Presiden sesuai ketentuan yang berlaku. 

Keputusan tersebut mengejutkan pelaku pasar karena Perry masih memiliki masa jabatan hingga 2028. Sejumlah analis menilai pergantian pimpinan BI menjadi momentum penting untuk menjaga independensi bank sentral dan mempertahankan kepercayaan investor terhadap perekonomian Indonesia. *

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com