Ekonomi . 11/09/2026, 16:09 WIB
Penulis : Mihardi | Editor : Mihardi
fin.co.id – Warga Desa Mangkalapi, Kecamatan Teluk Kepayang, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, menghadapi persoalan keterbatasan air bersih saat kemarau panjang. Kondisi tersebut terjadi karena permukiman warga berada cukup jauh dari sumber air sungai.
Melihat kondisi tersebut, PT Cipta Kridatama (CK) membangun embung sebagai upaya memperluas akses air bersih bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
Pembangunan fasilitas tersebut merupakan bagian dari program tanggung jawab sosial dan lingkungan CK. Perusahaan yang merupakan anak usaha PT ABM Investama Tbk. (ABMM) itu juga membangun jaringan distribusi air yang terhubung ke sekitar 250 rumah warga.
Embung dibangun di atas lahan yang dihibahkan Kepala Desa Mangkalapi, Sahrani. Fasilitas penampungan tersebut memiliki luas sekitar 30 meter x 70 meter dengan ketinggian mencapai delapan meter.
Saat ini, proses pengeboran sumber air untuk mengisi embung masih berlangsung. Pengeboran telah mencapai kedalaman 95 meter dari target sekitar 110 meter.
Selain embung, proyek tersebut mencakup pembangunan tower penampungan, jaringan perpipaan, serta sambungan air menuju rumah-rumah warga. Jaringan pipa dari embung ke tower dilaporkan telah selesai dibangun.
Direktur CK Roni Setyawan mengatakan, keberadaan perusahaan di tengah masyarakat harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan dalam jangka panjang. Menurutnya, akses air bersih menjadi salah satu kebutuhan yang penting karena berkaitan dengan kesehatan, ketahanan pangan, hingga kesiapan masyarakat menghadapi musim kemarau.
"Salah satu bentuk keberhasilan program sosial adalah keberlanjutannya. Program itu akan hidup ketika masyarakat ikut mengelolanya, manfaatnya bisa dirasakan setiap hari, dan masyarakat terlibat sejak dari perencanaan hingga perawatan embung. Dengan demikian, fasilitas ini menjadi milik bersama yang terus bermanfaat lintas generasi. Embung Mangkalapi adalah komitmen CK untuk hadir dengan solusi yang dirasakan langsung masyarakat," kata Roni Setyawan dikutip, Jumat, 11 September 2026.
Peresmian embung turut dihadiri perwakilan Mabes TNI, Kodim 1022/Tanah Bumbu, Pemerintah Kecamatan Teluk Kepayang, Pemerintah Desa Mangkalapi, jajaran manajemen CK Site BIB (Borneo Indobara), serta masyarakat setempat.
Keterlibatan berbagai pihak tersebut menunjukkan bahwa penyediaan infrastruktur air bersih membutuhkan kolaborasi, mulai dari penyediaan lahan, pembangunan fasilitas, hingga pengelolaan setelah embung dapat digunakan.
Camat Teluk Kepayang Joni Swarno menyambut baik pembangunan tersebut. Menurutnya, keberadaan embung dapat membantu masyarakat menghadapi persoalan ketersediaan air, terutama ketika memasuki periode kemarau.
Kepala Desa Mangkalapi Sahrani juga mengungkapkan persoalan air bersih telah lama dirasakan masyarakat. Sekitar 250 rumah tangga di desa tersebut membutuhkan pasokan air, sementara lokasi permukiman relatif jauh dari sungai.
Sejumlah upaya pengeboran yang dilakukan sebelumnya juga belum menghasilkan sumber air yang mencukupi kebutuhan warga.
Roni berharap pembangunan fasilitas tersebut segera dapat dimanfaatkan sepenuhnya oleh masyarakat setelah seluruh proses pengisian embung dan infrastruktur pendukung selesai.
“Kehadiran embung menjadi langkah penting membantu masyarakat menghadapi kelangkaan air bersih saat kemarau. Kami berharap proses penggenangan segera tuntas sehingga fasilitas dimanfaatkan penuh oleh masyarakat, terutama menjelang puncak kemarau berikutnya,” tutup Roni.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media