Internasional . 28/07/2026, 19:03 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Menteri Pertahanan Israel, Israel Katz, mengungkapkan bahwa pesawat tempur Amerika Serikat menggunakan pangkalan militer Israel saat meluncurkan serangan udara ke wilayah Iran.
Ia menyampaikan konfirmasi tersebut pada Selasa, 28 Juli 2026, sekaligus menegaskan kembali kesiapan negaranya untuk membalas secara mendalam jika Iran menjadikan Israel sebagai sasaran tembak.
Pertempuran antara Amerika Serikat dan Iran telah berhenti sejak hari Jumat setelah menjalani 13 malam serangan udara intensif dari pasukan AS terhadap Republik Islam Iran.
Gelombang pertempuran terbaru ini meletus setelah kesepakatan gencatan senjata pada bulan April lalu mengalami kegagalan.
Meskipun perang terbuka ini bermula sejak akhir Februari melalui gelombang serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran, Israel tidak ikut serta dalam babak permusuhan terbaru yang berlangsung selama 13 malam tersebut.
Saat memberikan keterangan kepada media Channel 14 sayap kanan Israel, Katz membeberkan dinamika lapangan yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah.
“Faktanya adalah, saat ini—dan ini bisa berubah dalam satu jam—Iran menembaki segala sesuatu di kawasan itu kecuali satu negara: Negara Israel,” tegas Katz.
Katz menambahkan faktor utama yang melatarbelakangi situasi keamanan tersebut dan keterlibatan fasilitas militer Israel.
“Mereka tahu bahwa pesawat Amerika lepas landas dari sini untuk melakukan serangan,” tambahnya.
Meskipun Israel tidak terlibat langsung dalam aksi saling tembak terbaru, Pemerintah Israel menegaskan telah menyiapkan langkah responsif yang sangat tegas jika situasi memburuk.
“Ini bukan berarti kita tahu apa yang akan terjadi besok; ini berarti kita tahu apa respons kita. Saya telah mengumumkannya, Perdana Menteri telah mengumumkannya, dan kami telah memperjelasnya: jika Israel diserang, kami akan membalas dengan kekuatan penuh,” terang Katz.
Sementara itu, perkembangan diplomasi menunjukkan sinyal lain. Presiden AS Donald Trump pada hari Senin menyatakan optimisme atas prospek kesepakatan perdamaian hasil negosiasi dengan pihak Iran.
Sinyal positif ini muncul seiring tindakan kedua belah pihak yang terus menahan tembakan selama tiga hari berturut-turut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media