Internasional . 29/07/2026, 07:22 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang bagian selatan, pada Selasa 29 Juli. Bencana tersebut menewaskan sedikitnya dua orang setelah terjadi ledakan di sebuah pusat perbelanjaan, sementara seorang lainnya dilaporkan mengalami henti jantung dan paru.
Pemerintah Prefektur Kumamoto pada Rabu 29 Juli dini hari waktu setempat menyatakan tim penyelamat berhasil mengevakuasi delapan orang dari pusat perbelanjaan Aeon Mall Kumamoto yang menjadi lokasi ledakan usai gempa.
Dari delapan korban yang dievakuasi, dua perempuan berusia 20-an dinyatakan meninggal dunia. Lima orang lainnya mengalami luka-luka, sedangkan satu korban masih dalam kondisi kritis.
Tim pemadam kebakaran, kepolisian, dan Pasukan Bela Diri Jepang terus melakukan pencarian sepanjang malam di area bangunan yang diduga masih terdapat korban terjebak.
Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi mengatakan pemerintah masih mendata dampak keseluruhan akibat gempa yang juga mengingatkan pada bencana besar yang pernah melanda Kumamoto satu dekade lalu.
"Kami telah menerima laporan adanya korban luka. Pemadaman listrik dan kebakaran terjadi di beberapa wilayah. Selain itu terdapat kerusakan jalan, jembatan, serta runtuhnya sejumlah bangunan," kata Takaichi dilansir dari Reuters, Rabu 29 Juli 2026.
Sekitar 300.000 warga diminta mengungsi ke pusat-pusat evakuasi karena gempa susulan masih terus terjadi di Pulau Kyushu, Jepang barat daya.
Rekaman dari lokasi menunjukkan salah satu sisi Aeon Mall Kumamoto yang memiliki sekitar 200 toko hancur akibat ledakan. Struktur baja bangunan terlihat terbuka, sementara puing-puing berserakan di area parkir.
Pihak pengelola mal menyatakan seluruh pengunjung dan karyawan telah dievakuasi segera setelah gempa pertama terjadi. Penyebab ledakan masih diselidiki, namun otoritas menduga kemungkinan dipicu kebocoran gas.
Seorang saksi bernama Kazuya Tsurunaga mengaku sedang membersihkan pecahan piring di sebuah restoran sekitar 300 meter dari mal saat ledakan terjadi.
"Itu ledakan yang sangat besar. Asap hitam membumbung tinggi dan karena arah angin menuju tempat kami, suasananya seperti hujan abu vulkanik," ujarnya.
Selain di pusat perbelanjaan, sejumlah orang juga dilaporkan hilang setelah cerobong asap roboh di pabrik Nippon Paper Industries. Dua rumah sakit setempat menangani lebih dari 50 korban, beberapa di antaranya mengalami luka serius.
Sejumlah penumpang kereta cepat juga dilaporkan terluka saat gempa mengguncang.
Bangunan Terbakar dan Infrastruktur Rusak
Otoritas Jepang menangani sejumlah insiden bangunan yang roboh maupun terbakar. Seorang warga dilaporkan tewas akibat tertimpa bangunan yang ambruk di kota dekat pusat gempa.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media