fin.co.id - Presiden Prabowo Subianto meresmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang di Kota Semarang, Jawa Tengah, Kamis 30 Juli 2026. Revitalisasi tersebut menjadi pembaruan resmi pertama yang dilakukan PT Kereta Api Indonesia (KAI) terhadap bangunan bersejarah itu sejak dikerjakan pada Mei hingga Desember 2025.
Peresmian ditandai dengan penekanan tombol sirine oleh Presiden Prabowo bersama Direktur Utama PT KAI Bobby Rasyidin, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Kebudayaan Fadli Zon, serta Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.
"Dengan mengucap Bismillahirrahmanirrahim, pada siang hari ini, Kamis, 30 Juli 2026, saya Prabowo Subianto, Presiden Republik Indonesia, dengan ini saya resmikan revitalisasi Stasiun Semarang Tawang," kata Presiden Prabowo yang dilanjutkan dengan menekan tombol sirine sebagai simbol peresmian.
Usai prosesi tersebut, Presiden Prabowo menyalami para pejabat yang mendampinginya sebelum bersama-sama menuju peron stasiun untuk mencoba layanan Kereta Nusantara Explorer, layanan terbaru PT KAI yang disiapkan guna mendukung sektor pariwisata.
Dari Semarang, Presiden kemudian melanjutkan perjalanan menggunakan Kereta Nusantara Explorer menuju Kabupaten Batang, Jawa Tengah.
Di Batang, Presiden dijadwalkan menghadiri akad massal Kredit Pemilikan Rumah (KPR) untuk 62.000 unit rumah subsidi yang digelar serentak di 165 titik yang tersebar di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi.
Dalam kesempatan terpisah, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa kehadiran Kereta Nusantara Explorer merupakan implementasi dari arahan Presiden Prabowo agar PT KAI memiliki layanan kereta penumpang dengan kualitas yang lebih baik.
"Kereta ini merupakan wujud keinginan Presiden agar KAI memiliki layanan kereta penumpang yang indah, elegan, dan nyaman bagi masyarakat," kata Seskab Teddy.
Sementara itu, revitalisasi Stasiun Semarang Tawang dilakukan sesuai arahan Presiden Prabowo. Bangunan yang merupakan peninggalan pemerintah kolonial Hindia Belanda tersebut saat ini berstatus sebagai cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.57/PW007/MKP/2010.
Pekerjaan revitalisasi dilaksanakan oleh PT Kereta Api Indonesia (Persero) Daop 4 Semarang selama 240 hari, mulai 5 Mei hingga 30 Desember 2025.
Revitalisasi meliputi penataan ruang tunggu luxury, ruang VIP, hall utama, perbaikan selasar, hingga peningkatan sistem drainase untuk mengurangi risiko genangan dan banjir saat musim hujan.
Selain meningkatkan kenyamanan penumpang, proyek tersebut juga bertujuan mengembalikan keaslian fasad bangunan bersejarah, mengatasi persoalan banjir rob, serta mempertahankan nilai historis stasiun.
Sebagai informasi, Stasiun Semarang Tawang dibangun oleh Nederlandsch-Indische Maatschappij (NISM) pada 1911 dan mulai beroperasi pada 1914. Bangunan ini dirancang oleh arsitek Belanda Sloth-Blauwboer dan menjadi salah satu stasiun bersejarah yang masih berfungsi hingga kini. *