Dugaan Keracunan Menu MBG di Tulungagung: Dinkes Uji Sampel Daging Berlendir ke Laboratorium

news.fin.co.id - 31/07/2026, 23:57 WIB

Dugaan Keracunan Menu MBG di Tulungagung: Dinkes Uji Sampel Daging Berlendir ke Laboratorium

Dinkes Tulungagung amankan sampel MBG usai puluhan warga diduga keracunan daging berlendir.

fin.co.id — Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tulungagung, Jawa Timur, bergerak cepat amankan sejumlah sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG). Langkah ini diambil guna melakukan uji laboratorium mendalam pascamerebaknya dugaan kasus keracunan yang menimpa puluhan penerima manfaat di Kecamatan Rejotangan.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinkes Kabupaten Tulungagung, dr. Aris Setiawan, mengungkapkan bahwa instansinya baru mendapatkan laporan resmi terkait insiden ini pada Rabu (29/7/2026), atau selang dua hari pasca-kejadian.

"Pada Senin (27/7) malam hingga Selasa siang penerima manfaat sudah mulai merasakan gejala, namun kami baru menerima laporan pada Rabu (29/7)," katanya di Tulungagung, Jumat, 31 Juli 2026.

Merespons aduan tersebut, petugas medis langsung meluncur ke lokasi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pakisrejo. Tim melakukan penyelidikan epidemiologi secara menyeluruh sekaligus menyita beberapa porsi sajian yang dikonsumsi para korban.

Petugas mengamankan sejumlah barang bukti makanan yang meliputi porsi nasi, olahan daging sapi, tumisan buncis campur tempe, serta selada air. Seluruh sampel sajian tersebut kini telah berada di Balai Besar Laboratorium Kesehatan Masyarakat (BBLKM) Surabaya untuk menjalani pengujian ilmiah.

"Hasil pemeriksaan laboratorium diperkirakan keluar dalam waktu sekitar dua pekan," ujarnya.

Daging Beraroma Basi dan Berlendir Curi Perhatian

Berdasarkan kesaksian dan keterangan dari sejumlah penerima manfaat, sajian olahan daging sapi yang mereka santap mengeluarkan aroma tidak sedap. Selain bau yang kurang menyengat khas makanan basi, tekstur daging tersebut juga telah berubah menjadi berlendir saat masuk ke mulut.

Di samping menyita sampel hidangan, tim lapangan juga mendapati temuan menarik di area dapur SPPG Pakisrejo. Petugas menemukan stok minuman elektrolit bersama persediaan obat antidiare. Pengelola dapur mengonfirmasi bahwa mereka sengaja menyiapkan suplai tersebut sebagai pertolongan pertama jika penerima manfaat mengeluhkan gejala diare.

Menanggapi tindakan mandiri pihak pengelola, dr. Aris menegaskan pentingnya keterlibatan profesional medis secara langsung. Pemberian obat-obatan, meski berstatus dijual bebas, tetap wajib mengandungi arahan dan koordinasi dari tenaga kesehatan yang berwenang—khususnya pada kasus dugaan keracunan massal.

"Meskipun obat dan minuman tersebut dijual bebas, setiap kejadian yang melibatkan banyak orang sebaiknya segera dilaporkan dan ditangani bersama tenaga kesehatan," katanya.

Kondisi Terkini Korban Keracunan MBG

Pihak Dinas Kesehatan Tulungagung hingga kini terus memantau perkembangan kondisi fisik para penerima manfaat yang terdampak. Berdasarkan pemantauan medis paling gres, kondisi kesehatan sebagian besar korban telah berangsur pulih dan membaik.

Kendati demikian, masih ada satu orang pasien yang harus menjalani perawatan intensif. Pasien tersebut masih mengalami gejala mual, muntah-muntah, serta kondisi tubuh yang lemas.

Esnoe Faqih Wardhana
Esnoe Faqih Wardhana
Penulis

Penulis FIN.CO.ID