Internasional . 04/08/2026, 09:17 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump kembali mendesak perusahaan-perusahaan minyak untuk segera menurunkan harga bensin bagi konsumen di negaranya. Desakan itu disampaikan di tengah kenaikan harga energi yang dipicu konflik antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran.
Selain meminta harga bahan bakar diturunkan, Trump juga melontarkan kritik kepada Chevron. Menurutnya, perusahaan minyak raksasa tersebut tidak mengakui peran pemerintahannya dalam memperkuat industri minyak Amerika.
Harga bensin di Amerika diketahui terus meningkat sejak pecahnya perang AS-Israel melawan Iran pada 28 Februari. Isu tersebut menjadi sorotan karena Trump juga menghadapi kritik terkait dampak konflik terhadap biaya hidup masyarakat, terlebih menjelang pemilu paruh waktu Amerika Serikat yang akan digelar pada November mendatang.
Meski demikian, harga minyak dunia justru melemah pada Senin setelah Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran kemungkinan akan segera tercapai dan negosiasi baru bakal dimulai dalam waktu dekat.
Minyak mentah Brent, yang menjadi acuan harga minyak internasional, diperdagangkan di level 82,91 dolar AS per barel pada pukul 11.59 GMT. Angka tersebut turun sekitar lima persen dibandingkan hari sebelumnya dan merosot hampir 18 persen dari puncaknya bulan lalu yang sempat menyentuh 101 dolar AS per barel.
Dalam pernyataannya pada Senin, Trump secara khusus menyoroti Mike Wirth selaku Chairman dan CEO Chevron. Ia menilai Wirth sengaja mengabaikan kontribusi pemerintahannya terhadap kemajuan industri minyak Amerika.
“Satu-satunya hal yang [Wirth] dengan sengaja lupakan adalah bahwa, tanpa kejeniusan, pandangan jauh ke depan, kekuatan, dan stabilitas Pemerintahan TRUMP, Industri Minyak, dan Negara kita sendiri, akan MATI! Sebagai contoh, mereka mengusir Mike dan Chevron dari Venezuela, tetapi sekarang mereka kembali, jauh lebih besar dan lebih kuat dari sebelumnya, berharap untuk menghasilkan kekayaan!”
Trump juga menyerukan agar seluruh perusahaan minyak segera memangkas harga jual bahan bakar kepada masyarakat.
“Itu juga berlaku untuk Perusahaan Minyak lainnya… dan turunkan Harga Minyak konsumen (eceran!) SEKARANG JUGA!”
Trump Yakin Harga BBM Akan Turun
Trump berulang kali menyatakan harga bahan bakar akan "turun seperti batu" setelah konflik dengan Iran berakhir. Namun, sejumlah ekonom menilai dampak perang terhadap perekonomian global masih akan berlangsung dalam jangka panjang sehingga penurunan harga tidak akan terjadi secara instan.
Pernyataan mengenai peluang negosiasi kembali muncul setelah Trump membatalkan apa yang disebutnya sebagai "serangan terbesar sejak Perang Dunia II" terhadap Iran. Keputusan tersebut, menurut Trump, diambil setelah adanya permintaan dari Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab yang menjadi bagian dari batasan kesepakatan.
Melalui platform Truth Social, Trump menyebut kesepakatan itu akan mencakup pembukaan Selat Hormuz secara penuh serta penghentian ancaman nuklir Iran. Namun, ia tidak menjelaskan secara rinci proses maupun isi negosiasi tersebut.
Iran Bantah Ada Negosiasi dengan AS
Di sisi lain, pemerintah Iran memberikan keterangan berbeda. Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei, mengatakan para perunding Iran saat ini hanya membahas pengelolaan Selat Hormuz bersama Oman.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media