BPS: Jumlah Penduduk Miskin di Indonesia Turun Jadi 22,93 Juta Orang
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan jumlah penduduk miskin Indonesia terus menunjukkan tren penurunan. Hingga Maret 2026, jumlah masyarakat yang hidup di bawah garis kemiskinan tercatat sebanyak 22,93 juta
Edy mengatakan peningkatan itu sejalan dengan bertambahnya jumlah angkatan kerja nasional yang mencapai 155,41 juta orang atau naik sekitar 497 ribu orang.
“Kemudian, dari angkatan kerja tersebut sebanyak 148,19 juta orang di antaranya bekerja. Jumlah penduduk yang bekerja ini bertambah sebanyak 522 ribu orang dibandingkan kondisi di bulan Februari 2026,” kata Edy.
BPS mencatat jumlah penduduk usia kerja pada Mei 2026 mencapai 220,23 juta orang atau meningkat 689 ribu orang dibandingkan Februari 2026.
Mayoritas Pekerja Masih Bekerja Penuh
Baca Juga
Dari total penduduk yang bekerja, sebanyak 98,98 juta orang merupakan pekerja penuh. Angka tersebut bertambah sekitar 391 ribu orang dibandingkan Februari.
Sementara itu, jumlah pekerja paruh waktu mencapai 38,42 juta orang atau naik 72 ribu orang. Adapun pekerja setengah pengangguran tercatat sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah 59 ribu orang.
“Untuk pekerja paruh waktu sebanyak 38,42 juta orang atau meningkat sebanyak 72 ribu orang, serta untuk pekerja setengah pengangguran sebanyak 10,79 juta orang atau bertambah sebanyak 59 ribu orang,” ujar Edy.
Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja Naik
BPS juga melaporkan Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) pada Mei 2026 mencapai 70,57 persen, sedikit lebih tinggi dibandingkan Februari 2026 yang sebesar 70,56 persen.
“TPAK pada bulan Mei 2026 sebesar 70,57 persen atau mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan bulan Februari 2026 yang mencapai 70,56 persen,” kata Edy.
Baca Juga
Jika dilihat berdasarkan jenis kelamin, TPAK laki-laki masih jauh lebih tinggi dibandingkan perempuan.
TPAK laki-laki tercatat sebesar 85,14 persen dan mengalami kenaikan dibandingkan Februari 2026. Sementara TPAK perempuan berada di angka 55,84 persen atau sedikit menurun dibandingkan periode sebelumnya.
Pertanian Serap Tenaga Kerja Terbanyak
BPS mencatat tiga sektor yang paling banyak menyerap tenaga kerja pada Mei 2026 adalah pertanian, perdagangan, dan industri.
"Dibandingkan dengan Februari 2026 jumlah tenaga kerja pada lapangan usaha pertanian meningkat sekitar 106 ribu orang. Pada lapangan usaha perdagangan turun sekitar 128 ribu orang dan pada lapangan usaha industri meningkat sekitar 9 ribu orang," ujar Edy.