Nasional . 06/08/2026, 21:50 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah melalui Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyiapkan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) sebagai langkah tambahan untuk mempercepat pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur. Upaya ini dilakukan dengan memicu hujan agar proses pemadaman dapat berlangsung lebih efektif.
Selain menyiapkan rekayasa cuaca, BNPB juga akan mengerahkan bantuan pemadaman dari udara melalui operasi water bombing untuk menjangkau titik-titik api yang sulit diakses oleh petugas di darat.
Kepala BNPB Suharyanto mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca akan dijalankan sesuai perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan. Strategi tersebut menjadi bagian dari upaya terpadu untuk mempercepat pengendalian kebakaran.
"Selain water bombing, BNPB menyiapkan dukungan OMC yang pelaksanaannya disesuaikan dengan perkembangan kondisi cuaca dan kebutuhan di lapangan," kata dia, Kamis, 6 Agustus 2026.
Suharyanto menjelaskan integrasi pemadaman melalui udara dirancang untuk memperkuat kerja tim gabungan di darat yang selama ini menghadapi kendala medan terjal di lereng Kaldera Bromo.
Pemerintah melaksanakan penanganan darurat ini berdasarkan penetapan Status Siaga Darurat Bencana Kekeringan dan Karhutla oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Status tersebut ditetapkan melalui Keputusan Gubernur Nomor 100.3.3.1/327/013/2026 dan berlaku selama 180 hari, terhitung sejak 26 Mei hingga 6 Oktober 2026.
Selain itu, Pemerintah Kabupaten Probolinggo juga memperkuat penanganan dengan menerbitkan Keputusan Bupati Nomor 300.2/326/426.32/2026 tentang siaga darurat karhutla yang berlaku hingga 5 Oktober 2026.
Suharyanto menegaskan penetapan status siaga darurat memberikan kemudahan bagi pemerintah pusat untuk mengirimkan berbagai dukungan penanganan, termasuk armada helikopter dan teknologi modifikasi cuaca.
Menurutnya, penggunaan OMC dan helikopter water bombing diharapkan mampu menjangkau titik-titik api yang berada di lokasi terisolasi sehingga kebakaran tidak meluas ke kawasan hutan konservasi lainnya.
BNPB juga mengingatkan seluruh pihak agar meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau. Kondisi cuaca yang kering berpotensi mempercepat penyebaran api di kawasan hutan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media