Viral . 06/08/2026, 06:32 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Meninggalnya Yurizal Tri Chaerawan (@yurizaltrich), pasien BPJS Kesehatan yang sebelumnya mengeluhkan lamanya antrean kamar rawat inap, memicu gelombang kemarahan publik.
Sorotan tidak hanya tertuju pada persoalan layanan rumah sakit, tetapi juga kepada sejumlah tenaga kesehatan (nakes) dan dokter yang sempat melontarkan komentar bernada menghina di media social terhadap pasien tersebut.
Keluhan Yurizal yang diunggah melalui Threads sempat viral setelah ia mengaku harus menunggu hingga delapan jam untuk mendapatkan kamar perawatan. Alih-alih mendapat simpati, unggahan tersebut justru dibalas dengan cibiran, ejekan, hingga komentar yang dinilai tidak memiliki empati.
Setelah Yurizal meninggal dunia pada 31 Juli 2026, komentar-komentar tersebut kembali mencuat. Sejumlah nakes dan dokter yang sebelumnya mengkritik bahkan menghina almarhum kini ramai-ramai menyampaikan permintaan maaf kepada keluarga.
Namun, permintaan maaf itu belum mampu meredam kemarahan publik. Banyak netizen menilai penyesalan tersebut datang terlambat karena korban telah meninggal dunia.
Berikut deretan nakes dan dokter yang menjadi sorotan dalam kasus tersebut.
1. dr Benny Christian Sihombing
Nama dr Benny Christian Sihombing menjadi salah satu yang paling banyak diperbincangkan setelah komentarnya di Threads dianggap melukai perasaan pasien maupun keluarganya.
Ia sempat menuliskan komentar:
"Kalau full, mau dipindahkan ke mana? Mau di lantai? Gak ada hubungannya sama BPJS atau nggak... Kalau mau pindah cepat, noh ruang jenazah selalu kosong."
Setelah kabar meninggalnya Yurizal viral dan menuai kecaman luas, dr Benny mengunggah video permohonan maaf terbuka. Ia menyampaikan belasungkawa kepada keluarga, mengakui kesalahannya, serta menyatakan siap menerima konsekuensi etik, sanksi dari tempat kerja, maupun proses hukum jika diperlukan.
2. Widhiyarini Pangestika
Widhiyarini Pangestika juga menjadi sasaran kritik publik setelah komentarnya dianggap sangat tidak pantas.
"Potong aja kak nadinya nanti juga cepet dapet ruangan," tulisnya.
Komentar tersebut memicu gelombang kecaman di media sosial. Setelah identitasnya ramai diperbincangkan, Widhiyarini akhirnya menyampaikan permintaan maaf secara terbuka.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media