Nasional . 09/08/2026, 09:14 WIB

Beras di Alor Tembus Rp30 Ribu, Mentan Amran Batalkan Rapat dan Terbang ke NTT

Penulis : Afdal Namakule  |  Editor : Afdal Namakule

fin.co.id - Persoalan harga beras di Kabupaten Alor, Nusa Tenggara Timur (NTT), mendapat perhatian langsung dari pemerintah. Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mendatangi Alor pada Sabtu, 8 Agustus 2026, setelah muncul keluhan mengenai mahalnya harga beras di wilayah tersebut.

Kunjungan Amran dilakukan setelah Adriano Padama, mahasiswa Universitas Diponegoro (UNDIP) asal Alor, menyampaikan kondisi harga beras di sejumlah wilayah. Saat distribusi terganggu, harga beras di daerah tersebut disebut melonjak hingga Rp25.000-Rp30.000 per kilogram.

Keluhan tersebut kemudian ditindaklanjuti pemerintah. Amran menyebut kedatangannya ke Alor menjadi bukti bahwa aspirasi masyarakat harus berujung pada langkah konkret, bukan sekadar menjadi bahan pembicaraan.

Dalam kunjungan tersebut, Amran mengecek langsung kondisi persediaan beras di sejumlah gudang Bulog. Ia memastikan stok beras untuk kebutuhan masyarakat Alor dalam kondisi aman.

Tak hanya stok, pemerintah juga memastikan harga beras di Alor kini berada di angka Rp13.000 per kilogram. Harga tersebut disebut telah setara dengan harga beras di Jakarta.

"Kami batalkan acara rapat pimpinan di Jakarta. Kami langsung terbang dari Jakarta, dari Jawa Tengah, langsung ke Alor. Kami sudah lihat, semua permintaan kami penuhi. Di bawah naungan Kementerian Pertanian. Beras sudah aman, ada di gudang-gudang sekarang. Harga itu Rp 13.000, sama dengan harga Jakarta. Kita sekarang tidak akan kesulitan beras," ujar Amran.

Bulog Diminta Gelar Pasar Murah

Pemerintah juga menyiapkan langkah tambahan apabila masyarakat masih membutuhkan beras. Amran meminta Perum Bulog tidak ragu menggelar operasi pasar di lokasi yang membutuhkan pasokan.

Bahkan, Amran menegaskan tidak ada pembatasan dalam operasi pasar tersebut. Beras akan dikeluarkan sesuai kebutuhan masyarakat.

"Bulog operasi pasar. Tidak ada batasan. Kalau ada yang mau beli beras, kita keluarkan. Lakukan pasar di mana dibutuhkan. Pasar murah," imbuhnya.

Untuk NTT secara keseluruhan, kuota bantuan pangan yang disiapkan pemerintah mencapai 1.200 ton. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga keterjangkauan harga beras sekaligus memastikan pasokan tetap tersedia.

Penyaluran SPHP di Alor Capai 764 Ton

Berdasarkan catatan Badan Pangan Nasional (Bapanas), penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di Kabupaten Alor sepanjang Maret hingga Juli 2026 telah mencapai 764.070 kilogram.

Beras tersebut disalurkan melalui sejumlah jalur. Sebanyak 356.470 kilogram disalurkan melalui Rumah Pangan Kita (RPK), sedangkan 352.150 kilogram disalurkan melalui pengecer di pasar rakyat.

Sementara itu, 55.450 kilogram lainnya disalurkan melalui kegiatan Gerakan Pangan Murah (GPM).

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com