Nasional . 09/08/2026, 09:14 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
Selain beras SPHP, pemerintah juga menggunakan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) untuk memperkuat ketersediaan pangan masyarakat. Bantuan tersebut disalurkan dalam bentuk beras dan minyak goreng.
Hingga 31 Juli 2026, penyaluran bantuan pangan secara nasional tercatat mencapai 662.867.840 kilogram beras dan 132.573.568 liter minyak goreng. Realisasi tersebut setara 99,70 persen dari target yang ditujukan kepada 33,24 juta Penerima Bantuan Pangan (PBP).
Untuk Provinsi NTT, penyaluran bantuan pangan tahap pertama telah mencapai 100 persen. Bantuan diberikan kepada 837.612 PBP dengan total beras sebanyak 16.752.240 kilogram.
Khusus Kabupaten Alor, bantuan beras yang telah disalurkan mencapai 746.000 kilogram. Jika digabungkan dengan penyaluran SPHP sebesar 764.070 kilogram, total beras yang telah digelontorkan pemerintah untuk masyarakat Alor mencapai sekitar 1,5 juta kilogram.
Alor Dapat Alokasi Bantuan untuk Juli-September
Intervensi pemerintah terhadap kebutuhan pangan masyarakat Alor juga berlanjut pada periode berikutnya.
Untuk alokasi bantuan pangan Juli-September 2026, Kabupaten Alor memperoleh jatah bagi 37.338 Penerima Bantuan Pangan. Program tersebut diharapkan semakin memperkuat upaya menjaga akses masyarakat terhadap kebutuhan pangan pokok.
Pemerintah melalui Bapanas dan Bulog terus memperkuat distribusi beras di Alor, khususnya melalui SPHP dan bantuan pangan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari strategi menjaga keseimbangan antara ketersediaan pasokan dan harga beras, terutama di wilayah kepulauan yang menghadapi tantangan distribusi.
Dengan pasokan SPHP yang telah mencapai 764.070 kilogram selama Maret-Juli 2026 serta bantuan pangan untuk puluhan ribu penerima, pemerintah memastikan masyarakat Alor tetap memiliki akses terhadap beras dengan harga terjangkau dan pasokan yang memadai. *
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media