Hamas Tetap Siap Jalankan Rencana Perdamaian Gaza, Desak AS Tekan Israel
Hamas menyatakan siap melanjutkan tahap kedua rencana perdamaian Gaza dan mendesak AS menekan Israel agar mematuhi kesepakatan.
Di tengah perbedaan sikap mengenai rencana perdamaian, kekerasan masih terjadi di Jalur Gaza. Pada Sabtu, tembakan pasukan Israel menewaskan seorang warga Palestina di sebelah timur Deir al-Balah di Gaza tengah, kata Mahmoud Bassal, juru bicara badan pertahanan sipil.
Sekitar 10 orang, termasuk anak-anak, juga mengalami luka di berbagai wilayah Jalur Gaza. Bassal mengatakan beberapa korban berada dalam kondisi kritis kepada AFP.
Namun, intensitas operasi militer Israel dalam beberapa hari terakhir tampaknya telah menurun. Meskipun terdapat laporan mengenai tembakan dan penggunaan pesawat nirawak (drone), tidak ada laporan mengenai serangan udara.
Operasi Israel di Gaza telah menewaskan 1.258 warga Palestina sejak Oktober tahun lalu, ketika kedua belah pihak menyepakati gencatan senjata yang mendapat dukungan Trump.
Baca Juga
Kementerian kesehatan wilayah tersebut menyampaikan angka itu, sementara badan tersebut beroperasi di bawah otoritas Hamas dan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menganggap datanya dapat diandalkan.
Dengan kondisi tersebut, Hamas tetap menyatakan kesiapannya menjalankan tahap terbaru rencana perdamaian Gaza. Namun, pelaksanaan tahap kedua masih bergantung pada persetujuan Israel serta langkah konkret masing-masing pihak dalam menjalankan kesepakatan.