Ibu dan Anak Balita Ditemukan Tewas Terikat di Hutan Landak, Uang Rp135 Juta dan Emas Hilang
Warga Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Sabtu 8 Agustus 2026.
fin.co.id - Warga Kabupaten Landak, Kalimantan Barat, dikejutkan dengan penemuan jasad seorang ibu dan anak balitanya di kawasan hutan Dusun Mamo, Desa Kedama, Kecamatan Kuala Behe, Sabtu 8 Agustus 2026.
Kedua korban ditemukan dalam keadaan terikat dan berada tidak jauh dari pondok tempat mereka bekerja. Polisi menduga ibu dan anak tersebut menjadi korban perampokan yang berujung pada pembunuhan.
Kedua korban diketahui bernama Asniwati (39) dan putrinya, Dina (3). Keduanya merupakan warga Dusun Reo Behe, Desa Angkanyar, Kecamatan Kuala Behe, Kabupaten Landak.
Kasat Reskrim Polres Landak AKP Kuswiyanto mengatakan, penemuan jasad bermula ketika suami Asniwati menyadari istri dan anaknya tidak berada di pondok.
Baca Juga
“Korban ditemukan setelah suami Asniwati melaporkan keduanya hilang. Saat itu, suami tidak menemukan istri dan anaknya di pondok tempat mereka bekerja,” kata Kuswiyanto kepada wartawan, Sabtu siang.
Laporan tersebut kemudian ditindaklanjuti dengan pencarian bersama. Suami korban bersama warga dari Desa Angkanyar dan Desa Kedama membentuk kelompok pencarian yang mulai bergerak sekitar pukul 18.30 WIB.
Dalam pencarian itu, warga menemukan Dina terlebih dahulu. Tubuh balita tersebut ditemukan dalam kondisi terikat. Tidak jauh dari lokasi tersebut, tepatnya sekitar 20 meter, warga kembali menemukan Asniwati dalam kondisi serupa.
“Setelah dilakukan pencarian, korban pertama yang ditemukan adalah anaknya terlebih dahulu dalam keadaan terikat. Kemudian berjarak kurang lebih 20 meter dari lokasi anak, ditemukan sang ibu dengan kondisi yang sama, terikat dengan karet,” ujar Kuswiyanto.
Dari pemeriksaan awal terhadap bagian luar tubuh korban, polisi mendapati sejumlah luka. Petugas juga menemukan bekas jeratan yang diduga berasal dari karet ban atau beladar yang digunakan untuk mengikat kedua korban.
Dugaan aksi perampokan menjadi salah satu fokus penyelidikan polisi. Pasalnya, sebelum ditemukan meninggal dunia, Asniwati disebut membawa uang tunai dan emas dalam jumlah cukup besar.
Baca Juga
“Untuk pendalaman sementara, yang bersangkutan pada saat itu membawa uang sejumlah kurang lebih Rp 135 juta dan emas sekitar 30 gram. Namun, pada saat mayat ditemukan, uang beserta emas tersebut sudah tidak ada di tempat,” ucap Kuswiyanto.
Lokasi penemuan kedua korban berada di kawasan hutan dengan jarak sekitar 50 meter dari pondok milik mereka.
Setelah ditemukan, jenazah Asniwati dan Dina dievakuasi ke RSUD Landak untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Sementara itu, polisi masih mendalami kasus tersebut. Penyelidikan dilakukan untuk mengungkap pelaku sekaligus mengetahui secara pasti kronologi yang menyebabkan ibu dan anak tersebut kehilangan nyawa.