Internasional

Iran: Tak Ada Negosiasi Langsung dengan AS! Diplomasi Masih Lewat Mediator

Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS. Teheran hanya bertukar pesan lewat mediator di tengah ketegangan kedua negara.

Iran: Tak Ada Negosiasi Langsung dengan AS! Diplomasi Masih Lewat Mediator
Iran menegaskan belum ada negosiasi langsung dengan AS.

fin.co.id - Iran menegaskan tidak ada negosiasi langsung yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi mengatakan Teheran saat ini hanya melakukan pertukaran pesan dengan Washington melalui mediator.

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa jalur diplomasi antara Iran dan Amerika Serikat masih berjalan melalui perantara. Namun, Teheran belum membuka kembali pembicaraan langsung karena menilai masih ada persoalan yang harus diselesaikan terlebih dahulu.

"Selama pelanggaran nota kesepahaman oleh Amerika Serikat belum berakhir dan Amerika Serikat tidak memberikan kompensasi atas pelanggaran tersebut, negosiasi tidak dapat dimulai kembali," kata Araghchi kepada para wartawan, sebagaimana dilaporkan kantor berita Tasnim, Minggu, 9 Agustus 2026.

Menurut Araghchi, para mediator masih berusaha menemukan formula baru yang dapat membuka jalan menuju pembicaraan. Upaya tersebut menjadi salah satu jalur komunikasi yang masih berjalan di tengah hubungan Iran dan Amerika Serikat yang belum sepenuhnya pulih.

"Para mediator masih berupaya mencari cara baru untuk bernegosiasi," tambahnya.

Iran dan Oman Bahas Jalur Maritim Selat Hormuz

Selain komunikasi terkait hubungan Iran dan Amerika Serikat, Araghchi juga mengungkap perkembangan pembicaraan Iran dengan Oman mengenai jalur maritim baru melalui Selat Hormuz. Menurut dia, pembahasan tersebut menunjukkan perkembangan positif dan kini memasuki tahap akhir.

Araghchi menyebut proses pembicaraan dengan Oman telah mencapai "kemajuan yang baik dan mencapai tahap akhir." Namun, perkembangan tersebut tidak serta-merta berarti Iran akan membuka kembali Selat Hormuz.

"Hal ini tentu saja tidak berarti pembukaan Selat Hormuz," ujarnya, seraya menambahkan bahwa pembukaan kembali jalur tersebut "bergantung pada serangkaian syarat," tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa pembentukan jalur maritim baru dan keputusan mengenai pembukaan Selat Hormuz merupakan dua hal yang berbeda. Iran masih mempertimbangkan sejumlah syarat sebelum mengambil langkah lebih lanjut terkait akses jalur tersebut.

Ketegangan Iran-AS Meningkat Setelah Serangan

Hubungan Iran dan Amerika Serikat kembali berada dalam situasi tegang setelah AS dan Israel menyerang Iran pada Februari. Eskalasi tersebut kemudian mendorong Teheran dan Washington mencapai kesepakatan gencatan senjata pada April.

Setelah gencatan senjata, Iran dan Amerika Serikat melanjutkan proses diplomasi dengan menandatangani nota kesepahaman pada Juni. Kesepakatan tersebut bertujuan mengakhiri konflik militer sekaligus membuka jalan menuju kesepakatan damai yang dapat bertahan dalam jangka panjang.

Namun, perkembangan tersebut tidak berlangsung sesuai harapan. Kesepakatan itu gagal bulan lalu setelah Iran dan Amerika Serikat kembali saling melancarkan serangan selama hampir dua minggu.

Situasi kemudian berubah setelah Presiden AS Donald Trump secara tiba-tiba menghentikan pemboman. Penghentian serangan tersebut terjadi di tengah kabar mengenai pembicaraan yang bertujuan mencari jalan keluar dari konflik antara kedua negara.

Berita Terkait