Hujan 9 Hari Menggila di Filipina, 16 Orang Tewas dan Banjir Lumpuhkan Luzon
Hujan deras selama sembilan hari berturut-turut memicu banjir, tanah longsor, dan sejumlah kecelakaan di Filipina bagian utara. Sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut hingga Senin, 10 Agustus 2026.
fin.co.id - Hujan deras selama sembilan hari berturut-turut memicu banjir, tanah longsor, dan sejumlah kecelakaan di Filipina bagian utara. Sedikitnya 16 orang meninggal dunia akibat bencana tersebut hingga Senin, 10 Agustus 2026.
Curah hujan yang diperparah oleh aktivitas badai tropis juga menyebabkan sekolah dan kantor pemerintahan di sejumlah wilayah Pulau Luzon ditutup. Sementara itu, sejumlah ruas jalan di ibu kota Manila turut terendam banjir.
Kota wisata Baguio menjadi salah satu wilayah yang mengalami dampak paling parah. Tujuh orang dilaporkan meninggal setelah lereng gunung yang diguyur hujan deras longsor dan menimpa tiga rumah.
Petugas penyelamat Baguio, Esther Banawe, mengatakan tiga orang lainnya masih belum ditemukan. Proses pencarian terus dilakukan, meski kondisi cuaca menyulitkan upaya penyelamatan.
Baca Juga
"Rescue efforts are continuing, but they are doing it manually because of the heavy rain," kata Banawe kepada AFP. Ia menambahkan, proses evakuasi dan pencarian diawasi petugas keselamatan khusus untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya longsor susulan.
Badan cuaca Filipina mencatat curah hujan di Baguio telah jauh melampaui kondisi normal. Dan Villamil mengatakan hujan yang turun pada 1-9 Agustus mencapai akumulasi 1.413,2 milimeter.
Angka tersebut sekitar 47 persen lebih tinggi dibandingkan rata-rata curah hujan Baguio sepanjang Agustus yang biasanya berada di kisaran 963,2 milimeter.
Curah hujan ekstrem juga terjadi di sejumlah kawasan Metro Manila. Menurut Villamil, beberapa wilayah di kawasan ibu kota telah menerima hujan yang volumenya setara sekitar 90 persen dari rata-rata curah hujan selama Agustus.
Selain tujuh korban di Baguio, enam orang lainnya meninggal akibat tanah longsor di sejumlah lokasi lain di Pulau Luzon. Satu orang dilaporkan meninggal karena tenggelam, satu lainnya tertimpa pohon tumbang, dan seorang korban lainnya meninggal akibat sengatan listrik.
Hujan deras masih mengguyur sejumlah wilayah Filipina pada Senin malam. Namun, Menteri Pekerjaan Umum Vince Dizon mengatakan ketinggian air banjir mulai berangsur surut.
Baca Juga
Dizon mengatakan pemerintah masih melakukan berbagai langkah penanganan di daerah terdampak. Ia juga menyoroti perlunya pembenahan sistem pengendalian banjir yang telah bermasalah selama bertahun-tahun.
Pernyataan tersebut disampaikan di tengah skandal proyek pengendalian banjir fiktif di Filipina yang disebut telah menyebabkan kerugian hingga miliaran dolar bagi negara.
Filipina merupakan salah satu negara yang paling sering menghadapi ancaman badai tropis karena berada di jalur utama siklon Pasifik. Negara kepulauan tersebut rata-rata dilanda sekitar 20 badai dan topan setiap tahun.
Kondisi itu membuat jutaan warga yang tinggal di wilayah rawan bencana harus menghadapi ancaman cuaca ekstrem secara berulang.
Para ilmuwan menyebut perubahan iklim yang disebabkan aktivitas manusia turut meningkatkan frekuensi, durasi, dan intensitas cuaca ekstrem di berbagai wilayah dunia. *