PETAKA KOLOMBIA: Usai Pulihkan Hubungan dengan Israel, Langsung Diguncang Gempa M 7,4: Ratusan Orang Tewas
Kolombia juga harus menghadapi bencana besar. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara tersebut dan menyebabkan sedikitnya 111 orang meninggal dunia serta 87 lainnya mengalami luka-luka.
fin.co.id - Kolombia membuat keputusan besar dalam kebijakan luar negerinya pada 10 Agustus 2026. Pemerintahan Presiden Abelardo de la Espriella mengumumkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, wilayah yang secara internasional masih dipandang sebagai wilayah Suriah yang diduduki Israel.
Pada hari yang sama, Kolombia juga harus menghadapi bencana besar. Gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,4 mengguncang wilayah barat negara tersebut dan menyebabkan sedikitnya 111 orang meninggal dunia serta 87 lainnya mengalami luka-luka.
Dua peristiwa dengan karakter berbeda itu terjadi hampir bersamaan ketika pemerintahan baru Kolombia mulai mengubah arah kebijakan luar negerinya setelah pergantian kekuasaan.
Kolombia mulai pulihkan hubungan dengan Israel
Baca Juga
Pemerintahan baru Kolombia sebelumnya telah mengambil langkah untuk memperbaiki hubungan dengan Israel. Wakil Presiden Kolombia Jose Manuel Restrepo mengatakan pemerintah kedua negara sepakat membentuk Komisi Ekonomi Binasional Kolombia-Israel.
Selain itu, pemerintah Kolombia merencanakan kunjungan kenegaraan ke Israel pada Oktober mendatang. Agenda tersebut diarahkan untuk memperluas kerja sama di bidang perdagangan, investasi, teknologi digital, dan inovasi.
"Mekanisme ini akan membuka pintu-pintu baru bagi investasi, teknologi, inovasi, dan bakat-bakat terbaik dari Kolombia," ujar Restrepo, seperti dilansir Anadolu Agency.
Perubahan tersebut menjadi pembalikan kebijakan dari pemerintahan sebelumnya. Pada Mei 2024, pemerintahan mantan Presiden Gustavo Petro memutuskan hubungan diplomatik dengan Israel setelah menuduh pemerintah Israel melakukan genosida di Gaza.
Bogota juga sebelumnya mendukung gugatan Afrika Selatan terhadap Israel di Mahkamah Internasional (ICJ).
Presiden Abelardo de la Espriella yang baru dilantik di Cali kemudian menyatakan keinginannya untuk memulihkan hubungan diplomatik dan ekonomi dengan Israel secara penuh. Pemerintahannya juga berencana menarik keterlibatan Kolombia dalam perkara di ICJ.
Baca Juga
Menurut Restrepo, pejabat Kolombia telah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Israel Gideon Sa'ar beserta delegasinya. Pertemuan tersebut disebut menjadi langkah awal menuju babak baru hubungan kedua negara.
Kolombia akui kedaulatan Israel atas Golan
Di tengah perubahan hubungan bilateral tersebut, Kementerian Luar Negeri Kolombia pada Senin, 10 Agustus 2026, mengumumkan pengakuan terhadap kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan.
Dengan keputusan tersebut, Kolombia menjadi negara kedua setelah Amerika Serikat yang secara resmi mengakui klaim kedaulatan Israel atas wilayah tersebut. Amerika Serikat lebih dahulu memberikan pengakuan pada 2019.
“Mengingat ketidakstabilan regional yang sedang berlangsung di Timur Tengah dan pentingnya Dataran Tinggi Golan bagi keamanan Israel, pemerintah Kolombia mengakui kedaulatan Israel atas wilayah ini, serta hak negara untuk mempertahankan diri dari ancaman eksternal,” kata Kemlu Kolombia.