Viral . 12/08/2026, 06:00 WIB
Penulis : Afdal Namakule | Editor : Afdal Namakule
fin.co.id - Newport angkat bicara mengenai video aktivitas di booth mereka dalam festival musik The Sounds Project yang berlangsung pada Minggu, 9 Agustus 2026. Rekaman tersebut sebelumnya ramai diperbincangkan setelah memperlihatkan seorang pengunjung melafalkan ayat Alquran di area booth.
Dalam video yang beredar di media sosial, seorang perempuan terlihat melafalkan Surah Ad-Duha setelah adanya sayembara yang menawarkan hadiah berupa minuman beralkohol. Situasi tersebut kemudian menuai kritik karena aktivitas keagamaan itu berlangsung dalam konteks promosi produk minuman beralkohol.
Sorotan publik pun mengarah ke booth Newport. Sejumlah warganet mengecam penggunaan ayat Alquran dalam aktivitas yang berkaitan dengan pemberian minuman beralkohol sebagai hadiah.
Menanggapi polemik tersebut, Newport membantah bahwa aktivitas dalam video merupakan bagian dari konsep promosi yang mereka siapkan. Perusahaan menyebut kejadian itu berlangsung secara spontan dan dilakukan oleh pengunjung.
"Newport perlu meluruskan bahwa aktivitas tersebut bukan merupakan program, konsep promosi, challenge, maupun arahan yang dibuat atau direncanakan oleh Newport. Aktivitas tersebut muncul secara spontan dari pengunjung yang berada di lokasi," kata Handoko Sasongko selaku Direktur Newport dalam keterangan tertulisnya, Selasa 11 Agustus 2026.
Meski menyatakan aktivitas tersebut tidak direncanakan, Newport mengakui adanya kekurangan dalam pengawasan selama acara berlangsung. Salah satunya terkait akses pengunjung terhadap mikrofon yang digunakan pembawa acara atau MC.
"Newport sangat menyesalkan bahwa situasi tersebut tidak ditangani sebagaimana mestinya pada saat kejadian. Kami menyesal adanya kelemahan dalam pengawasan terhadap pengunjung yang bisa mengambil alih mic dari MC di lapangan, sehingga tindakan yang tidak sesuai dengan nilai-nilai agama, keyakinan, budaya serta adat istiadat yang dijunjung oleh masyarakat dapat terjadi," lanjutnya.
Atas insiden tersebut, Newport menyampaikan permintaan maaf kepada masyarakat Indonesia. Permohonan maaf itu secara khusus ditujukan kepada umat Muslim dan tokoh agama yang merasa terganggu maupun terluka akibat kejadian tersebut.
"Sehubungan dengan beredarnya video di booth Newport pada gelaran festival musik The Sounds Project, Minggu 9 Agusrus, Newport menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh umat Muslim, tokoh agama, dan seluruh masyarakat Indonesia atas kejadian yang menimbulkan ketidaknyamanan, rasa terluka, dan kegaduhan yang terjadi," ujarnya.
Newport juga menegaskan komitmennya untuk menghormati nilai agama, keyakinan, budaya, serta adat istiadat yang berlaku di Indonesia. Menurut perusahaan, prinsip tersebut menjadi pertimbangan dalam berbagai aktivitas yang melibatkan masyarakat.
"Newport menghormati nilai-nilai agama serta sensitivitas yang hidup di tengah masyarakat Indonesia. Penghormatan terhadap nilai-nilai tersebut menjadi hal yang penting dalam setiap kegiatan dan interaksi Newport dengan masyarakat," ungkapnya.
Sebagai respons atas kejadian tersebut, manajemen Newport mengaku telah melakukan evaluasi internal. Perusahaan juga menyatakan telah mengambil tindakan terhadap personel terkait dan memperketat prosedur bagi tim maupun mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan.
"Sebagai tindak lanjut atas peristiwa ini, Newport telah melakukan evaluasi internal dan mengambil tindakan terhadap personil terkait, serta memperkuat arahan dan prosedur kepada seluruh tim serta mitra yang terlibat dalam kegiatan di lapangan untuk memastikan kejadian serupa tidak terulang," katanya.
Newport menyebut insiden tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki standar operasional perusahaan. Ke depan, pedoman pelaksanaan kegiatan akan diperketat dengan memasukkan penghormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika masyarakat sebagai bagian dari standar kegiatan.
"Kejadian ini merupakan peringatan keras sekaligus bahan refleksi mendalam bagi kami untuk segera merumuskan standar operasional (strict guidelines) secara lebih ketat, dengan menempatkan aspek kehormatan terhadap nilai religi, adat istiadat, serta etika kemasyarakatan sebagai landasan," lanjut pernyataan tersebut.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media