Tiga ABK WNI Jadi Korban Serangan Drone di Selat Bab Al-Mandeb, Satu Dikabarkan Tewas
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan adanya tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa.
fin.co.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI membenarkan adanya tiga anak buah kapal (ABK) warga negara Indonesia (WNI) yang menjadi korban serangan di Selat Bab Al-Mandeb, Yaman, Selasa 12 Agustus 2026.
Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI Heni Hamidah mengatakan ketiga WNI tersebut merupakan awak kapal MV Tihamah. Kapal itu diserang drone ketika sedang bersandar di Pelabuhan Bab Al-Mandeb.
Informasi mengenai nama kapal tersebut sebelumnya belum tercantum dalam laporan awal mengenai serangan.
Dari tiga ABK WNI yang berada di kapal tersebut, dua orang dilaporkan mengalami luka. Sementara satu WNI lainnya disebut meninggal dunia berdasarkan pemberitaan sejumlah media internasional. Namun, Kemlu masih melakukan verifikasi atas informasi tersebut.
Baca Juga
“Dari tiga ABK WNI, satu ABK mengalami luka ringan akibat serpihan dan tidak memerlukan perawatan di rumah sakit, sementara satu ABK lainnya mengalami luka dan telah mendapat perawatan di rumah sakit,” ucap Heni dalam pernyataan tertulis kepada wartawan di Jakarta, Selasa.
“Satu ABK WNI lainnya diberitakan oleh sejumlah media internasional meninggal dunia dalam insiden tersebut. Namun, informasi tersebut masih dalam proses verifikasi,” tambah Heni.
Kemlu memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Muscat terus mengikuti perkembangan kasus tersebut. Langkah itu dilakukan setelah KBRI berhasil terhubung dengan ABK WNI yang berada di kapal MV Tihamah.
Kapal MV Tihamah diketahui mengangkut 11 awak. Komposisinya terdiri atas delapan warga negara Pakistan dan tiga WNI.
Kemlu RI bersama KBRI Muscat juga terus menjalin komunikasi dengan otoritas setempat serta pihak terkait lainnya untuk mendapatkan informasi terbaru mengenai kondisi para ABK WNI.
“KBRI Muscat juga tengah berkomunikasi dengan otoritas terkait untuk memperoleh konfirmasi resmi mengenai kondisi dan keberadaan ABK WNI yang bersangkutan,” kata dia.
Baca Juga
Selain melakukan verifikasi, KBRI Muscat menyiapkan langkah perlindungan bagi ketiga ABK WNI yang terdampak serangan. Bantuan dan pertolongan akan diberikan sesuai kebutuhan dan kondisi mereka.
KBRI Muscat juga mempertimbangkan kemungkinan memfasilitasi kepulangan para ABK WNI ke Indonesia apabila situasi di lapangan memungkinkan.
Laporan Anadolu sebelumnya menyebut seorang WNI termasuk dalam tiga ABK yang tewas dalam serangan terhadap sebuah kapal dagang di kawasan Selat Bab Al-Mandeb.
Sementara itu, Al-Jumhuriya TV, stasiun televisi yang terafiliasi dengan pemerintah, melaporkan pada Selasa bahwa serangan yang diduga dilakukan kelompok Houthi di Yaman tersebut menewaskan tiga orang. Dua korban lainnya disebut merupakan warga negara Pakistan.
Namun, pada saat laporan tersebut diterbitkan, Al-Jumhuriya TV belum mengungkap nama kapal yang menjadi sasaran maupun pihak yang memiliki kapal tersebut.