Nasional . 13/08/2026, 20:56 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Operasi pencarian dan pertolongan atau SAR terhadap korban insiden terbakarnya kapal penumpang KMP Putri Yasmin di perairan Selat Lombok, Nusa Tenggara Barat, terus berlanjut hingga Kamis, 13 Agustus 2026. Tim SAR gabungan kini memusatkan pencarian terhadap lima penumpang yang masih belum ditemukan.
Kepala Kantor SAR Mataram Muhamad Hariyadi mengatakan tim gabungan terus memperluas area pencarian untuk menemukan lima penumpang tersebut. Petugas juga melibatkan kapal-kapal yang melintas di sekitar Selat Lombok untuk membantu menemukan korban.
Kantor SAR Mataram bersama Kantor SAR Denpasar mengerahkan sejumlah alat utama untuk mendukung operasi pencarian. Tim menggunakan KN SAR Arjuna dan RIB 02 Mataram untuk melakukan penyisiran di sekitar lokasi kejadian.
Pencarian berlangsung dari lokasi insiden menuju arah barat daya. Tim juga melakukan pemapelan atau penyebaran informasi dan imbauan kepada kapal-kapal yang melintas di sekitar perairan Selat Lombok agar ikut membantu proses pencarian.
"Tim SAR Gabungan kini memfokuskan pencarian pada lima orang penumpang yang dilaporkan masih belum ditemukan," kata Kepala Kantor SAR Mataram, Muhamad Hariyadi di Mataram.
Penyisiran di permukaan air menjadi salah satu langkah utama yang terus dilakukan tim. Bersamaan dengan itu, petugas berkoordinasi dengan lalu lintas pelayaran di sekitar lokasi untuk memperluas jangkauan pencarian.
Hingga Kamis (13/8), tim SAR gabungan telah mengevakuasi 212 korban dari insiden KMP Putri Yasmin. Dari jumlah tersebut, sebanyak 211 orang berhasil selamat, sedangkan satu orang meninggal dunia.
"Hingga Kamis (13/8), total korban yang telah berhasil dievakuasi berjumlah 212 orang, dengan rincian 211 orang selamat dan 1 orang meninggal dunia," terangnya.
Meski sebagian besar korban telah berhasil dievakuasi, tim masih harus mencari lima penumpang yang belum ditemukan. Karena itu, petugas terus memperluas penyisiran dan memaksimalkan koordinasi dengan berbagai unsur yang berada di sekitar perairan Selat Lombok.
Operasi pencarian juga tidak hanya mengandalkan unsur Basarnas. Berbagai instansi dan organisasi ikut memperkuat upaya pencarian serta penanganan korban di lapangan.
Operasi SAR melibatkan sejumlah pihak, antara lain Basarnas melalui Kantor SAR Mataram dan Kantor SAR Denpasar. Selain itu, Lanal Mataram, Polda NTB, KSOP Lembar, KKP Lembar, KP3 Lembar, RS Kota Mataram, RSUD Provinsi NTB, Dikes Lombok Barat, Jasa Raharja, SGi Air Bali, serta unsur SAR gabungan lainnya turut mendukung operasi.
Sinergi berbagai unsur tersebut memungkinkan tim menjalankan pencarian dari berbagai sisi. Petugas juga terus berkoordinasi dengan kapal-kapal yang melintas agar informasi mengenai kemungkinan keberadaan korban dapat segera diterima posko.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media