Folklor Betawi Diolah Jadi Fiksi, Cara Gen Z Kenali Warisan Budaya
Warisan budaya Betawi tidak harus berhenti sebagai cerita dari masa lalu.
Namun, keberadaan tradisi tersebut menghadapi tantangan ketika ingatan kolektif mulai berubah dan generasi muda semakin jauh dari sumber cerita.
Mengubah folklor menjadi karya fiksi dinilai dapat menjadi salah satu upaya untuk mempertahankan cerita-cerita tersebut agar tetap dikenal.
Pelatihan “Dari Folklor ke Fiksi” pada akhirnya bukan hanya menjadi wadah untuk belajar menulis cerpen. Kegiatan tersebut juga menjadi upaya mengajak generasi muda mengenali kembali kekayaan budaya di sekitarnya, memahami nilai yang terkandung di dalamnya, lalu menghadirkannya dalam bentuk cerita baru.
Warisan budaya akan terus hidup apabila tidak hanya disimpan sebagai peninggalan masa lalu, tetapi juga terus diceritakan, ditulis, ditafsirkan, dan dikembangkan oleh generasi berikutnya.