Internasional . 13/08/2026, 19:51 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
fin.co.id - Ketegangan dilaporkan memuncak di atas kapal induk Amerika Serikat (AS) USS Abraham Lincoln. Tujuh personel Angkatan Laut AS disebut tewas dan sejumlah awak lainnya terluka setelah terjadi bentrokan berdarah di tengah masa penugasan panjang kapal tersebut.
Insiden ini disebut terjadi setelah USS Abraham Lincoln menjalankan misi militer terhadap Iran selama berbulan-bulan. Tekanan akibat penugasan yang panjang, kondisi kehidupan di kapal, hingga kekhawatiran keluarga mengenai keselamatan para awak disebut menjadi latar belakang meningkatnya ketegangan.
Menurut informasi yang beredar, situasi semakin panas ketika penasihat Kepala Komando Pusat AS (CENTCOM), Brad Cooper, datang ke kapal untuk meredam keluhan awak serta aksi protes keluarga. Namun, upaya tersebut justru disebut berujung ricuh.
Sejumlah personel dikabarkan menyambut kedatangan penasihat tersebut dengan sorakan dan lemparan botol air. Situasi kemudian berkembang menjadi perkelahian yang melibatkan senjata tajam hingga menimbulkan korban jiwa.
Salah satu faktor yang menjadi sorotan adalah lamanya USS Abraham Lincoln menjalani penugasan di laut.
Kapal induk tersebut dilaporkan telah ditempatkan selama 263 hari dan kini beroperasi di Samudra Hindia. Dalam periode tersebut, kapal menjalankan tugas yang berkaitan dengan operasi terhadap Iran.
Penugasan selama 208 hari secara beruntun di laut disebut menjadi salah satu periode penempatan terpanjang kapal induk AS pada era modern. Kapal hanya disebut sempat mendapatkan kesempatan singgah singkat di Oman pada Juli lalu.
Bagi ribuan personel yang berada di dalamnya, masa penugasan sepanjang itu tentu bukan perkara ringan. Kehidupan di kapal perang berbeda jauh dengan kehidupan normal di darat.
Ruang terbatas, jadwal kerja padat, tekanan operasi, serta jauh dari keluarga bisa menjadi kombinasi yang menguras fisik dan mental.
Situasi tersebut semakin rumit ketika persoalan fasilitas dan kebutuhan dasar awak mulai dikeluhkan.
Laporan mengenai kondisi di USS Abraham Lincoln menyebut adanya keluhan dari sekitar 5.000 pelaut dan Marinir yang berada di kapal.
Sejumlah persoalan yang disebut menjadi sumber frustrasi antara lain makanan, fasilitas binatu, hingga kondisi kamar mandi.
Para awak dikabarkan mengeluhkan porsi makanan yang disebut sangat terbatas. Salah satu keluhan bahkan menyebut makanan hanya berupa setengah cangkir nasi dan dua potong daging.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media