Internasional

Sadis! Tentara AS Saling Bunuh di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Orang Tewas, Begini Kronologinya

Kondisi di dalam kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan semakin tegang di tengah pengerahan panjang dalam operasi militer Washington terkait perang dengan Iran.

Sadis! Tentara AS Saling Bunuh di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Orang Tewas, Begini Kronologinya
Kapal Induk USS Abraham Lincoln

fin.co.id - Kondisi di dalam kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan semakin tegang di tengah pengerahan panjang dalam operasi militer Washington terkait perang dengan Iran.

Media Iran, Tasnim News Agency, melaporkan adanya bentrokan serius di atas kapal tersebut yang disebut menyebabkan tujuh personel Angkatan Laut AS tewas dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Hingga kini, klaim tersebut belum mendapat konfirmasi resmi dari militer Amerika Serikat.

Menurut laporan Tasnim yang dikutip Press TV, insiden bermula ketika seorang penasihat Komandan Komando Pusat AS (CENTCOM) Brad Cooper datang ke USS Abraham Lincoln untuk merespons keluhan yang disampaikan para awak kapal.

Keluhan tersebut disebut berkaitan dengan lamanya masa pengerahan kapal induk dan kondisi yang dihadapi para personel selama menjalankan tugas. Kekhawatiran serupa sebelumnya juga disampaikan keluarga awak kapal yang meminta adanya kepastian mengenai kepulangan mereka.

Situasi disebut memanas ketika penasihat CENTCOM tersebut bertemu dengan para personel Angkatan Laut AS.

"Penasihat tersebut disoraki dan dilempari botol air saat berbicara di depan sekelompok personel," kata sumber militer seperti dilaporkan Tasnim.

Menurut sumber yang sama, ketegangan kemudian berubah menjadi perkelahian fisik di antara awak kapal.

"Konfrontasi kemudian berkembang menjadi perkelahian di antara anggota kru yang melibatkan pisau dan senjata tajam lainnya, menyebabkan tujuh personel tewas dan beberapa lainnya luka-luka," ujar sumber tersebut.

Belum ada pernyataan resmi dari Pentagon, Angkatan Laut AS, maupun Gedung Putih yang mengonfirmasi laporan mengenai tujuh korban tewas tersebut.

Pengerahan USS Abraham Lincoln Berlangsung Lama

Di luar klaim mengenai bentrokan tersebut, pengerahan USS Abraham Lincoln memang menjadi sorotan karena berlangsung dalam waktu yang sangat panjang.

Kapal induk kelas Nimitz itu telah menjalankan operasi di kawasan Timur Tengah selama berbulan-bulan. Pada Juli 2026, USS Abraham Lincoln tercatat telah melewati 200 hari berada di laut secara berturut-turut, sekaligus memecahkan rekor lama pengerahan kapal induk AS dalam kondisi serupa.

Kapal tersebut juga terlibat dalam operasi militer AS di kawasan Timur Tengah, termasuk mendukung pelaksanaan blokade terhadap Iran. Pada awal Juli, citra satelit menunjukkan USS Abraham Lincoln bergerak dari kawasan Teluk Oman menuju Laut Arab.

Lamanya masa operasi tersebut turut menimbulkan kekhawatiran mengenai kondisi fisik dan mental ribuan personel yang berada di dalam kapal.

Berita Terkait