Sadis! Tentara AS Saling Bunuh di Kapal Induk USS Abraham Lincoln, 7 Orang Tewas, Begini Kronologinya
Kondisi di dalam kapal induk Amerika Serikat USS Abraham Lincoln dilaporkan semakin tegang di tengah pengerahan panjang dalam operasi militer Washington terkait perang dengan Iran.
Laporan terbaru menyebut keluarga awak USS Abraham Lincoln menyuarakan kekhawatiran mengenai tekanan psikologis yang dialami para personel. Sejumlah keluarga bahkan melaporkan adanya beberapa upaya pelaut untuk melompat dari kapal selama masa pengerahan yang berkepanjangan.
Keluarga Personel Pertanyakan Kondisi Awak Kapal
Sekitar 200 anggota keluarga personel militer AS sebelumnya menghadiri pertemuan di San Diego untuk menyampaikan keluhan kepada Pelaksana Tugas Menteri Angkatan Laut AS Hung Cao.
Dalam pertemuan tersebut, keluarga mempertanyakan kondisi kehidupan para awak USS Abraham Lincoln, termasuk persoalan kesehatan mental, kelelahan, pasokan kebutuhan sehari-hari, serta belum adanya kepastian mengenai waktu kepulangan.
Baca Juga
Laporan Stars and Stripes menyebut USS Abraham Lincoln telah menjalani ratusan hari operasi tanpa jeda panjang di pelabuhan. Kondisi tersebut disebut menjadi ujian berat bagi daya tahan para personel yang bertugas di dalamnya.
Tekanan terhadap awak kapal juga muncul di tengah meningkatnya aktivitas militer AS di kawasan sekitar Iran. USS Abraham Lincoln menjadi salah satu kapal perang utama yang digunakan Washington dalam operasi di kawasan tersebut.
Dengan belum adanya konfirmasi resmi mengenai klaim tujuh personel tewas, laporan mengenai bentrokan mematikan di dalam USS Abraham Lincoln masih perlu diperlakukan secara hati-hati. Yang telah mendapat perhatian luas adalah persoalan tekanan mental dan beban pengerahan panjang yang dialami para personel kapal tersebut. *