Pendidikan . 14/08/2026, 18:58 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id - Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp820,9 triliun untuk belanja program pendidikan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) Tahun Anggaran 2027. Anggaran tersebut tumbuh 13,9 persen dibandingkan proyeksi anggaran pendidikan pada APBN 2026 yang mencapai Rp720,8 triliun.
Kenaikan tersebut menunjukkan besarnya alokasi pemerintah untuk sektor pendidikan pada 2027. Dana itu akan mendukung berbagai program, mulai dari bantuan pendidikan bagi siswa dan mahasiswa, dukungan untuk guru, hingga pembangunan serta renovasi fasilitas pendidikan.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan rencana anggaran tersebut dalam Konferensi Pers RAPBN dan Nota Keuangan Tahun Anggaran 2027 di Jakarta, Jumat. Pemerintah menetapkan alokasi pendidikan dengan mengacu pada amanat UUD 1945 mengenai prioritas anggaran untuk penyelenggaraan pendidikan nasional.
“Sesuai UUD 1945, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari APBN untuk penyelenggaraan pendidikan nasional,” kata Purbaya.
Dari total Rp820,9 triliun, pemerintah merencanakan penyaluran melalui belanja pemerintah pusat sebesar Rp490,7 triliun. Kemudian, transfer ke daerah mendapat Rp277,1 triliun, sedangkan pembiayaan mencapai Rp53 triliun.
Melalui alokasi tersebut, pemerintah akan menjalankan berbagai program yang menyasar peserta didik, guru, sekolah, hingga lembaga pendidikan dan kebudayaan. Sejumlah program juga menjadi bagian dari rencana pemerintah untuk memperluas dukungan terhadap pendidikan pada 2027.
Pemerintah menyiapkan anggaran untuk berbagai bentuk bantuan dan dukungan pendidikan. Program tersebut mencakup bantuan langsung bagi peserta didik, dukungan operasional sekolah, tunjangan guru, hingga beasiswa.
Bantuan dan dukungan pendidikan:
Pembangunan dan program prioritas:
Selain program tersebut, pemerintah juga menyiapkan anggaran untuk Tunjangan Profesi Guru aparatur sipil negara daerah bagi 1,7 juta guru di daerah. Pemerintah turut memberikan tambahan penghasilan aparatur sipil negara daerah untuk 20,7 ribu guru di daerah.
Anggaran pendidikan juga mencakup Bantuan Operasional Penyelenggaraan untuk 148 museum dan taman budaya. Dengan demikian, penggunaan anggaran tidak hanya menyasar sekolah dan peserta didik, tetapi juga mendukung lembaga yang berkaitan dengan pendidikan dan kebudayaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media