Internasional

AS-Israel Ketar-Ketir! Iran Klaim 75 Persen Drone dan Rudalnya Masih Utuh, Siap Perang Panjang!

Iran kembali mengeluarkan pernyataan yang menunjukkan bahwa kemampuan militernya belum sepenuhnya lumpuh setelah menghadapi serangkaian serangan dari Israel dan Amerika Serikat (AS).

AS-Israel Ketar-Ketir! Iran Klaim 75 Persen Drone dan Rudalnya Masih Utuh, Siap Perang Panjang!
Inggris kembangkan rudal balistik baru lewat proyek "Nightfall" dengan jangkauan 500 km.

Dalam konflik berskala besar, setiap pihak biasanya berusaha menunjukkan bahwa mereka masih memiliki kekuatan dan kemampuan untuk bertahan.

Iran berkepentingan menunjukkan kepada lawan maupun pendukungnya bahwa serangan AS dan Israel tidak berhasil menghancurkan kemampuan militernya.

Sebaliknya, AS dan Israel juga memiliki kepentingan untuk menunjukkan bahwa operasi militer mereka memberikan dampak signifikan terhadap kekuatan Iran.

Karena itu, perbedaan klaim antara Teheran dan Washington menjadi bagian dari pertarungan narasi yang lebih luas.

Masyarakat internasional pun harus menunggu informasi yang lebih independen untuk mengetahui kondisi sebenarnya dari persenjataan Iran.

Salah satu hal yang paling menarik dari pernyataan Sheikh adalah implikasinya terhadap kemungkinan konflik berkepanjangan.

Jika lebih dari 75 persen kemampuan rudal dan drone Iran memang masih dapat digunakan, maka Teheran secara teoritis masih mempunyai persediaan untuk mempertahankan kemampuan serangan jarak jauh.

Situasi tersebut dapat membuat perhitungan militer menjadi semakin rumit.

Serangan terhadap fasilitas militer Iran mungkin tidak serta-merta menghilangkan kemampuan Iran untuk melakukan serangan balasan.

Sebaliknya, Iran juga harus mempertimbangkan kemampuan AS dan Israel untuk melakukan serangan lanjutan terhadap fasilitas produksi, gudang persenjataan, pusat komando, serta sistem peluncuran rudal dan drone.

Dengan demikian, konflik dapat berubah menjadi pertarungan daya tahan.

Bukan hanya siapa yang memiliki senjata paling banyak, tetapi siapa yang mampu mempertahankan kemampuan militernya paling lama

Meski begitu, klaim mengenai stok rudal dan drone tidak boleh diartikan bahwa Iran otomatis berada dalam posisi unggul.

Kemampuan militer sebuah negara sangat kompleks.

Memiliki persenjataan dalam jumlah besar tidak cukup jika sistem peluncuran rusak, jaringan komando terganggu, fasilitas produksi terkena serangan, atau kemampuan logistik mengalami tekanan.

Berita Terkait