Kejar Target Jadi Pusat Politik 2028, IKN Bakal Diguyur Rp257 Triliun, Dari Mana Sumbernya?
Pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN) terus dikebut pemerintah di tengah target besar menjadikan Nusantara sebagai pusat politik Indonesia pada 2028.
Investasi tersebut tidak hanya berkaitan dengan pembangunan perkantoran. Dunia usaha juga mulai masuk ke sektor hotel, rumah sakit, pusat perbelanjaan, restoran, fasilitas olahraga, hingga kawasan rekreasi.
Basuki menilai masuknya investor tersebut menjadi indikator bahwa kepercayaan dunia usaha terhadap prospek IKN masih ada.
“Ini menunjukkan bahwa kepercayaan investor terhadap IKN masih ada,” kata Basuki.
Salah satu proyek yang disiapkan adalah pembangunan pusat perbelanjaan oleh PT Dejem Nusantara Development. Nilai investasinya disebut mencapai sekitar Rp4 triliun, dengan luas lahan sekitar 10 hektare.
Baca Juga
Jika proyek-proyek komersial tersebut terealisasi, kawasan IKN perlahan dapat membentuk ekosistem perkotaan yang lebih lengkap.
Investor Asing Ikut Melirik IKN
OIKN juga menyebut adanya persiapan investasi dari sejumlah negara.
Investor dari Jerman, China, Korea Selatan, dan Malaysia disebut telah melakukan persiapan investasi di IKN.
Keterlibatan investor asing menjadi salah satu faktor yang diharapkan dapat mempercepat pembentukan ekosistem ekonomi di ibu kota baru.
Sebab, sebuah kota pemerintahan tidak akan cukup hanya dengan gedung kementerian dan lembaga negara. Kota juga membutuhkan aktivitas ekonomi, perdagangan, jasa, hunian, transportasi, kesehatan, pendidikan, serta fasilitas hiburan.
Baca Juga
Karena itu, investasi swasta menjadi bagian penting dalam konsep pembangunan IKN sebagai kota yang hidup dan tidak hanya aktif ketika jam kerja pemerintahan berlangsung.
Ada 11 Hibah untuk Dukung Pembangunan IKN
Di luar APBN, KPBU, dan investasi swasta, pembangunan IKN juga memperoleh dukungan melalui sejumlah hibah.
Terdapat setidaknya 11 hibah yang diarahkan untuk mendukung pembangunan fisik, kajian, serta peningkatan kapasitas.
Beberapa di antaranya berasal dari MOLIT untuk kerja sama smart city, USTDA untuk proyek percontohan dan enterprise architecture, serta Asian Development Bank (ADB) untuk berbagai kajian.