Nasional . 18/08/2026, 20:21 WIB

Kemendagri Dorong ASRI-PSEL Jadi Solusi Pengelolaan Sampah Berbasis Smart City

Penulis : Mihardi  |  Editor : Mihardi

fin.co.id - Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) mendorong pengintegrasian Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah) dengan teknologi Pengolahan Sampah Menjadi Energi Listrik (PSEL) untuk membangun sistem pengelolaan sampah yang lebih terpadu dan berkelanjutan.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal ZA, mengatakan persoalan sampah menjadi salah satu tantangan besar dalam pembangunan perkotaan. Karena itu, pengelolaan sampah perlu ditempatkan sebagai bagian penting dari penerapan konsep kota cerdas atau Smart City.

Menurut Safrizal, konsep Smart City tidak sebatas penggunaan teknologi digital. Teknologi dan inovasi harus mampu dimanfaatkan pemerintah daerah untuk menyelesaikan persoalan nyata yang dihadapi masyarakat.

"Smart City bukan sekadar digitalisasi, tetapi bagaimana teknologi dan inovasi digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat," katanya kepada awak media, Selasa, 18 Agustus 2026.

Ia menjelaskan, sistem pengelolaan sampah harus dibangun secara menyeluruh, mulai dari tahap hulu hingga hilir.

Di tingkat hulu, Gerakan Indonesia ASRI diarahkan untuk mendorong masyarakat mengurangi produksi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak, melakukan daur ulang, serta memilah sampah sejak dari sumbernya.

Sementara itu, sampah yang sudah tidak dapat dimanfaatkan kembali dapat diproses menggunakan teknologi PSEL. Langkah tersebut diharapkan mampu mengurangi volume sampah yang berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).

"Dari ASRI di hulu menuju PSEL dan teknologi pengolahan di hilir, semuanya harus menjadi satu ekosistem," ujarnya.

Safrizal menegaskan PSEL bukan solusi yang menggantikan seluruh sistem persampahan. Teknologi tersebut harus menjadi salah satu bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang terintegrasi.

Menurutnya, keberhasilan penerapan PSEL sangat bergantung pada kesiapan pemerintah daerah. Sejumlah aspek yang harus dipersiapkan meliputi kelembagaan, regulasi, ketersediaan lahan, infrastruktur, hingga kepastian pasokan sampah sesuai kebutuhan teknologi.

"Persiapannya harus dilakukan sejak sekarang. Penyiapan tidak cukup hanya satu tahun," tuturnya.

Kemendagri juga mendorong keterlibatan sektor swasta dalam pengembangan teknologi maupun investasi. Sementara pemerintah daerah diharapkan memastikan kesiapan tata kelola serta berbagai infrastruktur pendukung.

Sebagai National Representative Indonesia dalam ASEAN Smart Cities Network (ASCN), Safrizal turut mendorong pertukaran pengalaman antara kota-kota di Indonesia dengan kota anggota ASCN.

Menurutnya, kerja sama tersebut dapat menjadi sarana bagi pemerintah daerah untuk mempelajari praktik terbaik dalam pengelolaan sampah berbasis teknologi sekaligus mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kondisi masing-masing daerah.

Kemendagri berharap hasil forum tersebut dapat ditindaklanjuti melalui penguatan regulasi daerah, sinkronisasi perencanaan dan penganggaran, peningkatan kapasitas aparatur, pembangunan infrastruktur, serta pembukaan peluang investasi dan kerja sama.

           

Network:
FinNews.id  |  Radarpena.co.id  |  IKNpos.id

© 2024 Copyrights by FIN.CO.ID. All Rights Reserved.

PT.Portal Indonesia Media

Alamat: Graha L9 Lantai 3, Jalan Kebayoran Lama Pal 7 No. 17, Grogol Utara, Kebayoran Lama, RT.7/RW.3 Kota Jakarta Selatan 12210

Telephone: 021-2212-6982

Email:fajarindonesianetwork@gmail.com