Jakarta Kirim Bantuan Rp5,8 Miliar ke NTT, Wilayah Terisolasi Jadi Prioritas
Pemprov DKI Jakarta mengirimkan bantuan kemanusiaan senilai Rp5,8 miliar untuk mendukung penanganan korban gempa bumi di NTT
Selain itu, terdapat bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar dan komitmen pengiriman Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar.
“Adapun bantuan logistik terdiri atas makanan siap saji, air mineral, biskuit, kasur lipat, perlengkapan keluarga, terpal, obat-obatan dan cairan infus, makanan anak, serta 200 unit toren air dari PAM Jaya. Selain itu, disalurkan bantuan uang tunai sebesar Rp1,11 miliar serta komitmen pengiriman Mobile Water Treatment Plant senilai Rp2,5 miliar,” papar Marulitua.
Distribusi bantuan dilakukan melalui sistem logistik nasional yang dikoordinasikan BNPB bersama TNI. Pengiriman menggunakan sejumlah jalur, termasuk melalui udara dari Bandara Halim Perdanakusuma dan jalur laut dari Pangkalan TNI AL Komando Armada I di Jakarta Utara.
Tujuh Kabupaten Jadi Sasaran Bantuan
Baca Juga
Deputi Bidang Logistik dan Peralatan BNPB Andi Eviana mengatakan bantuan dari Pemprov DKI akan memperkuat penanganan masa tanggap darurat di tujuh kabupaten terdampak gempa.
“Kami menyampaikan terima kasih atas dukungan dan partisipasi nyata dari Bapak Gubernur bersama seluruh aparatur di wilayah DKI Jakarta. Bantuan senilai Rp5,8 miliar ini merupakan bantuan pertama yang diserahkan oleh pemerintah provinsi untuk penanganan tujuh kabupaten terdampak selama masa tanggap darurat,” kata Andi.
Bantuan tersebut akan disalurkan ke Manggarai Timur, Manggarai, Manggarai Barat, Ngada, Ende, Sikka, dan Nagekeo.
Distribusi dilakukan melalui jalur darat, laut, dan udara. Untuk wilayah yang sulit dijangkau, pemerintah menyiapkan dukungan armada udara, termasuk helikopter.
“Seluruh bantuan yang dihimpun melalui Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma langsung didistribusikan ke seluruh wilayah terdampak tanpa terkecuali, didukung armada pesawat Hercules, kapal perang KRI, dan helikopter untuk menjangkau lokasi-lokasi yang terisolasi,” pungkas Andi.
Cahyono/Disway