Nasional . 20/08/2026, 20:27 WIB
Penulis : Esnoe Faqih Wardhana | Editor : Esnoe Faqih Wardhana
fin.co.id — Peluang karir hadir bagi para pencari kerja melalui ajang bursa kerja (job fair) yang digelar dalam rangka memperingati Hari Jadi Ke-81 Provinsi Jawa Tengah di halaman Kantor Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Provinsi Jateng.
Kepala Disnakertrans Jateng Ahmad Aziz, di Semarang, Kamis, 20 Agustus 2026 mengatakan, bursa kerja secara tatap muka tetap diminati meskipun informasi lowongan dapat diakses secara daring melalui platform "Ayo Kerjo" selama 24 jam.
Kegiatan yang diselenggarakan pada 20-21 Agustus 2026 itu nampak dipadati pelamar kerja, baik yang langsung membawa berkas lamaran atau yang baru mencari informasi perusahaan dan lowongan.
"Berdasarkan pengalaman selama ini, 'job fair' yang konvensional atau 'offline' seperti ini masih banyak diminati. Mereka bisa bertemu langsung dengan pihak perusahaan, mendalami kondisi kerjanya seperti apa, jabatannya seperti apa, dan lain sebagainya," katanya.
Ia menyebutkan berdasarkan data setidaknya 5.800 pencari kerja telah mendaftar melalui aplikasi milik Disnakertrans Jateng.
Sebanyak 40 perusahaan menempati stan yang tersedia, ditambah PT Kawasan Industri Kendal juga hadir dengan membawa delapan perusahaan sehingga total perusahaan yang membuka kesempatan kerja mencapai 48.
Lowongan yang ditawarkan berasal dari berbagai sektor, mulai dari manufaktur, agrikultur dan alat berat, industri makanan dan jamu, kesehatan dan farmasi, keuangan, pariwisata dan perhotelan, hingga ritel.
Gubernur Jateng Ahmad Luthfi mengatakan "job fair" menjadi jembatan antara kebutuhan perusahaan dan masyarakat yang sedang mencari pekerjaan.
Menurut dia, kegiatan tersebut memberikan keuntungan bagi kedua belah pihak karena perusahaan dapat memperoleh tenaga kerja sesuai kebutuhan, sedangkan pencari kerja mempunyai akses lebih luas terhadap lowongan yang tersedia.
"Di satu sisi perusahaan bisa mendapatkan tenaga kerja profesional. Di sisi lain, masyarakat bisa tertampung dari mana pun asalnya. Namun, yang terpenting adalah profesional," katanya.
Ia menilai peluang kerja di Jateng masih terbuka lebar, namun kompetensi pencari kerja harus terus ditingkatkan agar sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Job fair tersebut juga semakin inklusif, karena membuka kesempatan bagi penyandang disabilitas, dengan sejumlah lowongan telah dikurasi dan secara khusus dapat dilamar oleh pencari kerja disabilitas.
Sementara itu, seorang penyandang tunarungu Sifa mengaku datang dari Jawa Barat setelah mengetahui informasi "job fair" melalui Instagram, dan telah menyerahkan berkas lamaran kepada tiga perusahaan.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media