Nasional . 20/08/2026, 22:05 WIB
Penulis : Derry Sutardi | Editor : Derry Sutardi
Dari persoalan tersebut, Krisantus kemudian membawa pembahasannya pada isu yang lebih besar, yakni keadilan sosial.
Ia mengatakan dirinya tidak segan menyampaikan kepada pemerintah pusat bahwa keadilan sosial belum sepenuhnya dirasakan masyarakat Kalimantan Barat.
Krisantus bahkan mengaitkan persoalan tersebut dengan amanat konstitusi, khususnya Pasal 33 Undang-Undang Dasar 1945.
“Maka saya selalu menekankan, ketika saya berpidato di depan Pemerintah Pusat juga saya tidak segan-segan menyampaikan bahwa keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia belum terwujud di negara ini,” terangnya.
Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa kritik yang disampaikan Krisantus bukan hanya menyangkut persoalan pembangunan fisik. Ia juga mempertanyakan bagaimana pengelolaan kekayaan nasional dapat memberikan manfaat yang lebih merata bagi daerah penghasil.
Bagian paling kontroversial dari pernyataan Krisantus adalah ketika ia menyebut Kalimantan Barat berpotensi menjadi “Papua-Papua dan Aceh-Aceh berikutnya”.
Kalimat tersebut kemudian menjadi bagian yang paling banyak mendapat perhatian setelah video pidatonya beredar di media sosial.
Konteks pernyataan tersebut berkaitan dengan tuntutan agar pemerintah menghadirkan keadilan sosial.
Krisantus pada dasarnya sedang menyampaikan peringatan agar persoalan ketimpangan pembangunan tidak dibiarkan berlarut-larut. Ia menilai ketidakadilan sosial dapat menjadi persoalan serius jika tidak segera diselesaikan.
Namun, penggunaan istilah Papua dan Aceh membuat pernyataan tersebut memiliki bobot politik yang jauh lebih besar.
Papua dan Aceh memiliki sejarah panjang dalam hubungan politik dan pemerintahan dengan pemerintah pusat. Keduanya juga memiliki kekhususan dalam sistem pemerintahan melalui kebijakan otonomi khusus.
Karena itu, ketika nama kedua wilayah tersebut digunakan sebagai perbandingan, publik pun memberikan perhatian lebih besar.
Persoalan utama yang diangkat Krisantus sebenarnya berkaitan dengan pertanyaan lama mengenai daerah kaya sumber daya alam: seberapa besar manfaat kekayaan tersebut kembali kepada masyarakat lokal?
Kalimantan Barat memiliki berbagai potensi komoditas dan sumber daya alam. Jika dikelola dengan baik, potensi tersebut dapat menjadi sumber pendapatan, membuka lapangan kerja, memperkuat industri daerah, dan meningkatkan pembangunan infrastruktur.
Network:
FinNews.id |
Radarpena.co.id |
IKNpos.id
PT.Portal Indonesia Media