Cerita Karyawati Restoran Korea di Surabaya: Dicekoki Miras dan Diperkosa Bos Berkali-kali
Seorang karyawati restoran makanan Korea di Surabaya, MAD (28), mengaku mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh bosnya sendiri, SSY (64). Peristiwa tersebut disebut terjadi berulang kali sejak Maret hingga Juli 2026.
fin.co.id - Seorang karyawati restoran makanan Korea di Surabaya, MAD (28), mengaku mengalami kekerasan seksual yang dilakukan oleh bosnya sendiri, SSY (64). Peristiwa tersebut disebut terjadi berulang kali sejak Maret hingga Juli 2026.
MAD mengungkap dugaan pemerkosaan pertama terjadi pada 12 Maret 2026 sekitar pukul 20.00 WIB. Saat itu, SSY kedatangan sejumlah temannya dari Korea dan menggelar pesta minuman beralkohol di restoran yang sedang tutup.
Korban mengaku dicekoki minuman hingga kehilangan kesadaran.
"Itu minum mulai pukul 20.00 WIB malam, sampai dini hari 13 Maret 2026. Saya di resto dicekoki minuman. Setelah selesai minum, saya kehilangan kesadaran," ujar MAD, Kamis 20 Agustus 2026.
Baca Juga
Menurut MAD, beberapa orang sempat melihat kondisinya ketika sudah tidak sadar. Ia bahkan disebut sempat menabrak pintu dan meja hingga muntah di kamar mandi.
Dalam kondisi tersebut, MAD mengira dirinya akan diantar pulang ke tempat kos. SSY kemudian mengajak korban menggunakan mobil milik temannya, sementara mobil SSY ditinggalkan di restoran.
"Dengan tanpa ada rasa curiga, karena memang sebelumnya tidak pernah terjadi hal apapun pada saya, saya ikut dia pakai mobil temannya itu. Mobilnya dia ditinggal di resto," ungkapnya.
Dibawa ke Hotel
Korban kemudian dibawa bersama dua orang lainnya menuju sebuah hotel tempat teman SSY menginap. Saat itu, MAD mengaku masih dalam kondisi tidak sadar dan tidak berdaya.
Di hotel tersebut, korban kembali diajak mengonsumsi minuman beralkohol. Namun, karena saat itu memasuki bulan Ramadan, hotel tersebut tidak menyediakan minuman keras.
Baca Juga
SSY kemudian meminta diantar ke hotel lain di kawasan Surabaya Barat. Ia berdalih hendak menemui teman-temannya yang berasal dari Korea.
"Waktu itu saya sudah gak kuat rasanya mau pingsan. Lalu naik ke atas masuk ke dalam hotel dengan membawa dokumen-dokumennya pelaku. Ternyata di hotel itu gak ada siapa-siapa," tuturnya.
MAD mengaku tubuhnya sudah sangat lemah hingga akhirnya terdorong ke kasur. Saat hendak bangkit, ia justru mengaku mendapat kekerasan fisik berupa tamparan dan jambakan hingga kembali kehilangan kesadaran.
Keesokan paginya, MAD terbangun dan mendapati dirinya dalam kondisi telanjang. Ia juga melihat SSY dalam kondisi serupa dengan tangannya berada di perut korban.
MAD mengaku ketakutan dan langsung mengenakan pakaiannya.