Jangan Asal Bangun! Bima Arya Ingatkan Kepala Daerah Soal Alam
Wakil Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto meminta kepala daerah mengubah pola pikir dalam merancang pembangunan.
“Tidak hanya menjadikan masyarakat adat sebagai objek tetapi sebagai subjek. Tidak hanya berkutat pada regulasi, tetapi juga berkolaborasi dan ber-co-creation,” kata Bima.
Pendekatan co-creation tersebut menempatkan masyarakat sebagai pihak yang terlibat sejak awal dalam pembangunan. Mereka tidak hanya menerima kebijakan, tetapi ikut merancang, melaksanakan, dan mengawasi kebijakan yang berpengaruh terhadap kehidupan mereka.
WALHI Didorong Jadi Jembatan
Dalam kesempatan tersebut, Bima turut memberikan apresiasi kepada aktivis dan pejuang lingkungan yang selama ini berperan dalam menjaga kelestarian alam.
Baca Juga
Ia menilai Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) dapat mengambil peran sebagai penghubung antara masyarakat adat, kearifan lokal, dan pemerintah.
“Kami mengharap teman-teman WALHI bisa menjadi bridging, jembatan antara masyarakat adat, jembatan antara local wisdom kepada pemangku kebijakan yang ada,” ujarnya.
Bima memastikan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) terbuka untuk bekerja sama dengan pemerintah daerah, masyarakat adat, serta kelompok pegiat lingkungan.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mendorong pola pembangunan yang tidak hanya menghasilkan pertumbuhan ekonomi, tetapi juga menjaga keseimbangan alam dan memastikan manfaat pembangunan dapat dirasakan secara berkelanjutan.
“Kementerian Dalam Negeri selalu siap untuk berkolaborasi,” ujarnya.