Jelang Muktamar ke-35 NU, Forum Ulama Nahdliyyin Serukan Penolakan Politik Uang
Forum Ulama Nahdliyyin (FUN) bersama sejumlah pengurus syuriyah, tanfidziyah, dan pengasuh pesantren menyerukan penolakan terhadap praktik politik uang dalam pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU).
FUN Ingatkan Pemegang Hak Suara
Ketua FUN KH Mujib Qulyubi mengatakan kegiatan halaqah digelar untuk menyatukan komitmen pengurus syuriyah dan tanfidziyah serta para pengasuh pesantren.
Menurut dia, Muktamar ke-35 NU harus mengedepankan otoritas moral, keteladanan, serta menolak praktik risywah atau politik uang.
"Tujuan utama sistem AHWA ini untuk menghindari politik uang, eh sekarang yang terjadi sebaliknya," ujarnya.
Baca Juga
Mujib juga menyinggung Pedoman Penyampaian Usulan Nama Calon AHWA yang telah diterbitkan PBNU. Pedoman tersebut, kata dia, memuat lima poin.
Namun, ia menyebut terdapat dugaan pelanggaran prosedural dan substansial dalam pelaksanaannya.
Mujib kemudian mengajak para muktamirin mengembalikan niat ber-NU sebagai bentuk pengabdian atau khidmah. Ia juga meminta seluruh pihak menolak berbagai bentuk transaksi dalam proses pemilihan.
Para pemegang hak suara di PWNU, PCNU, dan PCINU juga diminta menjaga independensi serta kehormatan organisasi selama proses Muktamar ke-35 NU.
Muktamar ke-35 NU sendiri dijadwalkan berlangsung pada 27-31 Agustus 2026 di Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur. *